26+ Contoh Soal Pengukuran Besaran Listrik

Selamat datang sahabat Solars.biz. Pada kesempatan kali ini kami akan bagikan contoh-contoh soal mata kuliah Pengukuran Besaran Listrik.

26+ Contoh Soal Pengukuran Besaran Listrik
26+ Contoh Soal Pengukuran Besaran Listrik

Pengukuran Besaran Listrik merupakan salah satu mata kuliah dasar di jurusan Teknik Elektro. Kemungkinan besar mata kuliah ini juga dipelajari di jurusan lain seperti Teknik Fisika.

Ohya, kumpulan contoh soal Pengukuran Besaran Listrik ini kami dapatkan dari rekan yang berkuliah di Jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya.

Tanpa berpanjang lebar lagi, silakan simak contoh soal Pengukuran Besaran Listrik di bawah ini ya.

Contoh Soal Pengukuran Besaran Listrik

1. Jelaskan yang dimakasud Standard International, Standard Primer, Standard sekunder dan Standard Kerja dan berikan contoh masing masing.

2. Jelaskan yang anda ketahui tentang Sistem Satuan Metrik, CGS, MKSA, dan SI

3. Jelaskan apa yang dimaksud Absolute Instrument dan  Secondary Instrument

4. Jelaskan 2 metode yang dipakai untuk pengukuran besaran listrik

5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Accuracy, Presisi, Sensitifitas, dan Error. Berikan contoh kasus yang menjelaskan istilah – istilah diatas.

6. Sebutkan dan jelaskan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam pengukuran besaran listrik

7. Sebuah voltmeter dengan kepekaan 10 Ohm/V membaca 75 V pada skala 100 Volt bila dihubungkan dengan tahanan yang tidak diketahui (Rx). Bila arus yang melewati adalah 1.5 mA, hitunglah

  • Tahanan aktual dari Rx
  • Persentasi kesalahan akibat efek pembebanan voltmeter (loading effect)

(William D. Cooper halaman 18 no. 6)

8. Suatu pengukuran tahanan dengan metoda seperti gambar dibawah ini

Contoh Soal PBL

Jika Voltmeter menunjukkan 300 Volt, amperemeter 20 mA, tentukan Error relatifnya jika Range Amperemeter 0-500 V.

Dan Berapa harga Rx, jika Ketelitian  (accuracy) voltmeter = 5 %, ketelitian dari pada amperemeter = 2%, dan range amperemeter : 0 – 50 mA

 

9. Sebutkan dan jelaskan 5 jenis alat ukur berdasarkan prinsip kerja dan kontruksinya. Dan sebutkan contoh alat ukur yang menggunakan prinsip kerja tersebut, paling sedikit masing-masing satu contoh.

10. Sebutkan dan jelaskan beberapa metode peredaman gerak osilasi jarum penunjuk alat ukur.

11. Jelaskan dan sebutkan 2 macam peralatan rectifier.

12. Jelaskan cara kerja Amperemeter, dan metode/rangkaian yang digunakan untuk memperbesar range pengukuran untuk  Arus DC dan AC.

13. Jelaskan cara kerja Voltmeter, dan metode/rangkaian yang digunakan untuk memperbesar range pengukuran untuk  Arus DC dan AC.

14. Jelaskan cara kerja dan rangkaian Ohmmeter

15. Jelaskan Cara kerja pengukur tegangan menggunakan potensiometer dengan rangkaian dibawah ini.

Contoh Soal PBL 2

16. Jelaskan klasifikasi Tahanan berdasarkan besarnya

17. Jelaskan permasalahan yang timbul pada pengukuran tahanan rendah, dan berikan beberapa metode/ragkaian yang digunakan untuk mengurangi kesalahan pengukuran karena masalah tersebut.

18. Jelaskan beberapa metode  yang digunkan untuk pengukuran tahanan menengah

19. Jelaskan permasalahan yang timbul pada pengukuran tahanan tinggi, dan berikan beberapa metode/ragkaian yang digunakan untuk mengurangi kesalahan pengukuran karena masalah tersebut.

20. Gambarkan dan jelaskan tentang penggunaan Jembatan Maxwell dan Jembatan Hay untuk pengukuran Induktor. Pertimbangan apa yang menjadi alasan pemilihan penggunaan masing – masing jembatan?

21. Apa yang dimaksud dengan Faktor Disipasi (D) dan Faktor Qualitas (Q) dan apa hubungan keduanya?

22. Jelaskan perbedaan penggunaan Jembatan Schering dan Wien?

23. Jelaskan yang anda ketahui dengan Peralatan Universal Bridge.

24. Suatu saluran 3 phasa menyuplay Motor dengan daya 250kW, power faktor 0.8 lagging, tegangan 3450Volt Phasa-phasa. Desainlah rangkaian pengukuran daya menggunakan (a) 3 Wattmeter (b) 2 Wattmeter (c) 3 Wattmeter. (d) gambarkan diagram phasor masing-masing

25. Jelaskan dua methode pengukuran daya Reaktif, jika perlu lengkapi dengan gambar

26. Dari gambar dibawah, dari rangkaian dan gambar sinyal outputnya (tegangan pada C atau Ec), jika R = 100 Ohm  Hitunglah besarnya C.

Contoh Soal Pengukuran Besaran Listrik 3

27. Untuk gambar dibawah ini, Hitunglah besarnya L

Contoh Soal PBL 4

Referensi Belajar :

  1. William D  Cooper, ”Instrumenasi Elektronik dan Teknik Pengukuran”
  2. Dr. Soedjana Sapiie, Dr Osamu Nishino, ” Pengukuran dan Alat-Alat Ukur Listrik”
  3. Ir. Wahyudi, ”Diktat Mata Kuliah Pengukuran Besaran Listrik”

Baca juga :


Semoga contoh soal pengukuran besaran listrik di atas bermanfaat ya.

Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar di bawah.

Pemilihan Kabel Listrik untuk Keandalan Sistem

Halo sahabat Solars.biz. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang pemilihan kabel listrik untuk keandalan sistem.

Pemilihan Kabel Listrik untuk Keandalan Sistem
Pemilihan Kabel Listrik untuk Keandalan Sistem

Materi ini bisa Anda dapatkan jika berkuliah di jurusan teknik elektro. Tapi tenang, di sini kami akan bagikan kepada teman-teman yang sedang membutuhkan materi ini.

Pemilihan Kabel Listrik untuk Keandalan Sistem

  • Standar

–SNI, LMK, SPLN

  • Type yang sesuai

–Indoor, outdoor, kabel tanah, fire resistance

  • Instalasi benar

–PUIL, Peraturan PLN, dll

  • Test Sebelum gunakan

–Megger, DC Test, Sambungan, visual, dll

  • Gunakan sesuai dengan kapasitas, dan persyaratannya.

–KHA, Kekuatan dielektric, Temperatur, Mekanik, drop tegangan, dll

  • Gunakan Pengaman yang sesuai

–Arus beban, Hubung singkat

Tiga hal pokok yang harus diperhatikan pada kabel

  1. Konduktor atau penghantar yang berfungsi untuk menghantarkan listrik
  2. Isolasi merupakan bahan dielektrik untuk mengisolir dari rangkaian aktif (phasa netral, grounding) maupun lingkungan sekitarnya (body peralatan, kerangka, manusia dll)
  3. Pelindung luar, member perlindungan terhadap kerusakan mekanis, pengaruh bahan kimia, elektrolisis, api atau gangguan dari pengaruh-pengaruh lainnya yang merugikan.

Konduktor atau penghantar Kabel Listrik

  • Tembaga (CU)

– Mempunyai daya hantar (konduktivitas yang tinggi) per satuan luas.

– Mudah disambung secara mekanik dan disolder.

– Tahan terhadap korosi

– Lentur dan lebih kuat dari aluminium

– Harga lebih mahal.

  • Alumunium (Al)

– Mempunyai daya hantar tinggi persatuan berat

– Lebih sulit disambung baik secara mekanik dan disolder

– Tahan terhadap korosi

– Kurang lentur dan lebih lemah dari tembaga

– Harga lebih murah

Isolasi Kabel yang Baik

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih isolasi kabel listrik :

  • Tahanan isolasi tinggi
  • Kekuatan dielektris tinggi
  • Sifat mekanik yang baik
  • Tahan Terhadap Asam dan Kelembaban

Jenis-Jenis Selubung Luar Kabel Listrik

  • Selubung plastic (PVC, elastis, kekuatan tarik ringan dan sedang ; aplikasi instalasi permanen, menghubungkan peralatan rumah tangga)
  • Selubung polymite dan polyurethane (perlindungan mekanis baik, daya isolasi tinggi, tahan terhadap minyak, pelumas, tahan benturan dan tahan gores ; aplikasi tempat pengeboran minyak, pengolahan minyak, instalasi pesawat terbang)
  • Selubung karet (digunakan untuk kabel fleksibel dan kabel sensor, tahan panas; aplikasi kabel instalasi kapal)
  • Selubung logam (Pelindung terhadap liquid, air, minyak, aplikasi : selubung dengan timah hitam dengan lapisan PVC PVC biasanya digunakan untuk instalasi pompa bensin, hazardus area)
  • Armour, melindungi kabel terhadap tekanan mekanis yang tinggi, biasaya dari kawat baja berbentuk plat, menghindari dari bahaya sentuh yang tinggi.

Nomenklatur Kabel Listrik

Penamaan kabel menurut PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) yang digunakan di Indonesia.

  • Penghantar

N  : Tembaga

NA  : Aluminium

  • Isolasi

Y  : PVC

2Y  : XLPE

  • Selubung dalam

G  : Karet

2G  : Karet butyl

K  : Timah hitam

KL  : Al. dg permukaan licin

KKW  : Pita tembaga

2X  : XLPE

Y  : PVC

2Y  : Polyethiline

Z  : Pita zeng

  • Perisai

B  : Pita baja

F  : Baja pipih

L  : Jalinan kawat baja

Q  : Baja berlapis zeng

R  : Kawat baja bulat 1 lapis

RR  : Kawat baja bulat 2 lapis

S  : Pita Tembaga

Z  : Kawat baja berbentuk Z, isolasi berbeban tarik

  • Spiral

D  : Spiral anti tekan

Gb  : Spiral baja

  • Selubung Luar

A  : Yute/Goni

MK  : Timah hitam

M  : PVC sheet for indoor

Y  : PVC sheet for outdoor

  • Bentuk Kawat

re  : Circular solid conductor

rm  : Circular stranded conductor

sm  : Shaped stranded conductor

cm  : Compacted Circular stranded conductor

Bentuk Kawat Kabel Listrik

Berikut ini bentuk kawat kabel listrik beserta gambarnya.

Bentuk Kawat Kabel Listrik
Bentuk Kawat Kabel Listrik

Jenis Isolasi Kabel dan Temperatur Maksimum Standar Eropa

  • Polyvinylcloride (PVC) 70 derajat C (Y biasa)
  • Polyvinylcloride (PVC) 90 derajat C (Y spesial)
  • Karet biasa 60 derajat C (G)
  • Karet Butil 85 derajat C (2G)
  • Karet Silicon 180 derajat C (Si)
  • Polyethylene 70 derajat C (2Y)
  • Cross Link Polyethylene 90 derajat C (XLPE)
  • Ethylene Propylene Rubber 90 derajat C (EPR)
  • Mineral 85 derajat C
  • Spesial 250 derajat C
  • Kertas 85 derajat C

Jenis Kabel Sesuai Kegunaan

Di bawah ini adalah gambar tabel type kabel yang digunakan dalam berbagai kebutuhan, mulai untuk saluran distribusi, transmisi, dll.

Type Kabel - Pemilihan Kabel Listrik untuk Keandalan Sistem
Type Kabel untuk Distribusi, Transmisi, dll.

Prinsip Perhitungan Instalasi Listrik

Beban Instalasi Listrik

  • Bertujuan untuk mengetahui arus pembebanan yang sebenarnya (IB)
  • Sifat-sifat beban

– Beban Statis → Beban lampu

– Beban Dinamis → Beban motor

  • Memilih komponen peralatan instalasi
  • Kabel
  • Pengaman, dll
  • Merencanakan instalasi

Arus Subtransient dan Pengamanannya

  • Besarnya arus puncak subtransient dapat mencapai 12 sampai 15 arus nominal, kadang bisa mencapai 25 kali Inm.
  • Peralatan Pengaman, kontaktor, dan relay termal di design mampu menahan arus transient hingga 19 kali Inm.
  • Jika terjadi trip pada saat starting.

–Kapasitas arus pengaman terlampaui

–Life time berkurang

–Peralatan dan pengamannya rusak

Untuk mengatasinya →kapasitas switchgear/CB diperbesar.

  • Memilih pengaman yang sesuai, dan yang ada di pasar.

Arus Starting Motor

  • Meskipun motor yang efisien banyak diproduksi dan beredar dipasaran, namun arus starting besarnya relatif tetap, yaitu mendekati/sama dengan motor yang standard.
  • Untuk menurunkan arus starting dapat menggunakan metode star delta, static soft starter, kontrol kecepatan, sehingga dapat menurunkan 4 s/d 7.5 Ia

Menentukan Ukuran dan Jenis Kabel dan Penghantar

Kabel dan penghantar harus dipilih dengan mempertimbangkan kriteria berikut :

  • KHA (kuat hantar arus) ditentukan dengan melihat pada jenis isolasi dan cara pemasangannya.
  • Susut tegangan yang ditentukan dari impedans kabel, tidak boleh lebih besar 5 % (PUIL 2000, 4.2.3)
  • Kinerja pada hubung pendek yang ditentukan dari arus gangguan yang mungkin terjadi dan karakteristik gawai proteksi.
  • Kekuatan mekanik dan pertimbangan fisik lainnya.

Standar yang Digunakan untuk Pemilihan Kabel Listrik

  • SNI : Standar Nasional Indonesia (SNI 04-0298 : 1999)
  • SPLN : Standar Perusahaan Umum Listrik Negara. (SPLN 42-1 : 1991)
  • IEC : International Electrotechnical Comission (IEC 60502-1, IEC 60227-3)
  • BS : British Standards
  • JIS : Japanese Industrial Standards
  • VDE : Verband Deutche Electrotechniker
  • DIN : Deutsche Indutrial Norm
  • DLL

[Materi Selengkapnya bisa Anda lihat di file PPT]


Download Materi Pemilihan Kabel Listrik untuk Keandalan Sistem PPT

Bila tertarik mempelajari tentang pemilihan kabel listrik ini lebih dalam, Anda bisa mendownload file materi PPT ini gratis.

FYI. Materi ini disusun oleh Bapak Ir. Sjamsjul Anam, M.T., satu dari dosen bidang studi Sistem Tenaga di Departemen Teknik Elektro ITS Surabaya.

Preview Materi :

Download Materi : Via Google Drive


Semoga apa yang kami bagikan di atas bermanfaat ya. Silakan sampaikan yang Anda pikirkan melalui kolom komentar di bawah.

Semangat belajar!

Sistem Bilangan (Desimal, Biner, Oktal, dan Heksadesimal)

Halo kawan-kawan. Kembali bersama Solars.biz. Kali ini kami akan membahas tuntas mengenai sistem bilangan, contoh-contoh, beserta penjelasannya.

Sistem Bilangan (Desimal, Biner, Oktal, dan Heksadesimal)
Sistem Bilangan (Desimal, Biner, Oktal, dan Heksadesimal)

Pasti diantara kita semua sudah tidak asing dengan sistem bilangan. Tapi, sejujurnya apakah Anda tahu apa itu sistem bilangan?

Apa itu Sistem Bilangan

Sistem Bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.

Sistem bilangan yang banyak digunakan manusia adalah desimal, yaitu sistem bilangan yang menggunakan 10 macam simbol untuk mewakili suatu besaran.

Macam-macam jenis sistem bilangan :

  1. Sistem bilangan desimal
  2. Sistem bilangan biner
  3. Sistem bilangan oktal
  4. Sistem bilangan heksadesimal

Baca juga :


Sistem Bilangan; Contoh, Cara Mengonversi, dan Penjelasannya

Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

1. Sistem Bilangan Desimal (DEC)

  • Menggunakan 10 macam simbol bilangan berbentuk 10 digit angka, yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.
  • Dapat berbentuk integer desimal ( decimal integer atau pecahan desimal )
  • Contoh : nilai 2789 adalah integer desimal ( bilangan bulat ), yang dapat diartikan :

2 x 103 = 2000

7 x 102 = 700

8 x 101 = 80

9 x 100 = 9

  • Absolute value merupakan nilai mutlak dari masing-masing digit bilangan.

Position value (nilai posisi) merupakan penimbang atau bobot dari masing-masing digit tergantung dari letak posisinya yaitu bernilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya.

Posisi Digit dari Kanan PositionValue
1 100 = 1
2 101 = 10
3 102 = 100
4 103 = 1000
5 104 = 10000

Sehingga nilai 2789 dapat juga diartikan sebagai :

(2×1000) + (7 x 100) + (8 x 10) + (9 x 1)


2. Sistem Bilangan Biner (BIN)

  • Komputer memproses data atau program dari memori komputer berupa sejumlah bilangan biner yang menyatakan keadaan hidup atau mati (on or off) dengan angka 1 dan 0. Sehingga semua yang akan diproses oleh komputer hanyalah angka 0 dan 1.
  • Cara mengkonversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah dengan mengalikan dua dengan pangkat n (suku ke-n).
  • N = an x 2 n + an-1 x 2 n-1 + …. + a1 x 2 1 + a0 x 2 0

Contoh mengubah bilangan biner ke desimal :

  • Angka 10110 (biner) bilangan desimalnya adalah :

( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 1 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 0 x 20 ) = 22

16      +      0        +      4       +      2      +      0

  • Angka 100011 (biner) bilangan desimalnya adalah :

( 1 x 25 ) + ( 0 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) +  ( 1 x 21 ) + ( 1 x 20 ) = 35

32       +       0       +      0        +      0        +        2       +      1

Operasi tambah pada sistem biner

Aturan operasi tambah :

Bilangan Pertama Bilangan Kedua Hasil Desimal
0 0 0
1 1 1
1 0 10 2
1 1 11 3

Contoh :

  • Biner 1101101 + 1010110 = 11000011

Desimal     109    +  86     =  195

  • Biner 1011100 + 1111010 = 11010110

Desimal      92    +  122      =  214

Hal-hal penting :

  • Setiap digit bilangan biner disebut satu bit.
  • Setiap empat digit bilangan biner disebut satu nibble.
  • Setiap delapan digit bilangan biner disebut satu byte.
  • Setiap enambleas digit bilangan biner disebut satu word.
  • Setiap tiga puluh dua digit bilangan biner disebut satu double word.
  • Setiap 128 digit bilangan biner disebut satu para.
  • Setiap 256 byte (2048 bit) disebut satu page (halaman).

3. Sistem Bilangan Oktal (OCT)

  • Merupakan bilangan berdasar 8, yang terdiri dari angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 serta jarang digunakan.
  • Konversi bilangan oktal ke desimal mempunyai cara yang sama bila anda melakukan konversi bilangan biner ke desimal, hanya saja menggunakan dasar delapan.
  • N = an x 8 n + an-1 x 8 n-1 + …. + a1 x 8 1 + a0 x 8 0

Contoh :

447 bilangan oktal ke desimal :

( 4 x 82 ) + ( 4 x 81 ) + ( 7 x 80 )

256     +      32      +      7           =  295

Desimal· 272 bilangan oktal ke desimal :

(2 x 82 ) + ( 7 x 81 ) + ( 4 x 80 )

128     +     56       +      4            =  188 Desimal


4. Sistem Bilangan Heksadesimal (HEXA)

  • Menggunakan 16 macam simbol, yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F.
  • Menggunakan basis 16. (Hexa = 6 ;  Desimal = 10).
  • N = an x 16 n + an-1 x 16 n-1 + …. + a1 x 16 1 + a0 x 16 0

 Cara mengkonversi bilangan desimal ke bilangan hexadesimal :

4B bilangan desimalnya adalah :

( 4 x 161 ) + ( B x 160 )

64         +     11              =  75 Desimal

C256 bilangan desimalnya adalah :

( 12 x 163 ) + ( 2 x 162 ) + ( 5 x 161 ) + ( 6 x 160 )

49152     +      512      +       80       +    6              =  49750 Desimal

Baca juga :


Konversi Bilangan

Setiap angka pada suatu sistem bilangan dapat dikonversikan (disamakan/diubah) ke dalam sistem bilangan yang lain.

Di bawah ini dibuat konversi (persamaan) dari 4 sistem bilangan yang akan dipelajari :

DEC BIN OCT HEXA
0 0 0 0
1 1 1 1
2 10 2 2
3 11 3 3
4 100 4 4
5 101 5 5
6 110 6 6
7 111 7 7
8 1000 8 8
9 1001 9 9
10 1010 10 A
DEC BIN OCT HEXA
11 1011 11 B
12 1100 12 C
13 1101 13 D
14 1110 14 E
15 1111 15 F
Dan Seterusnya…

Semoga apa yang kami jelaskan di atas dapat menambah pengetahuan kita semua mengenai system bilangan ya.

Tetap semangat belajar!

Contoh Tata Tertib Praktikum

Contoh Tata Tertib Praktikum Mahasiswa – Selamat datang kembali. Salah satu kegiatan yang wajib dilakukan mahasiswa adalah praktikum.

Tata Tertib Praktikum Rangkaian Digital
Contoh Tata Tertib Praktikum Mahasiswa Teknik

Apapun jurusan yang diambil, kami rasa 75% mahasiswa pasti pernah melaksanakan praktikum.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan bagikan contoh tata tertib praktikum yang bisa Anda jadikan referensi.

Tata Tertib Praktikum Rangkaian Digital

Kegiatan Praktikum

  1. Praktikan wajib mengenakan pakaian rapi standar kuliah pada saat pelaksanaan praktikum.
  2. Praktikan dilarang meninggalkan ruangan tanpa seizin asisten.
  3. Praktikan yang datang terlambat akan dikenakan sanksi (berupa pengurangan nilai).
  4. Praktikan yang tidak mengikuti praktikum tanpa keterangan tidak akan mendapat nilai.
  5. Praktikan diwajibkan untuk menjaga ketenangan dalam pelaksanaan praktikum.
  6. Pergantian shift praktikum dapat diajukan paling lambat 17 jam sebelum percobaan yang bersangkutan dengan mengajukan surat permohonan pergantian shift ke koordinator praktikum.
  7. Segala bentuk pelanggaran terkait poin-poin di atas kecuali poin 4 akan dikenakan sanksi (berupa pengurangan nilai).

Laporan Percobaan

  1. Kertas A4 minimal 70gsm.
  2. Ditulis tangan dengan menggunakan tinta warna biru.
  3. Margin 4-3-3-3 (inside-top-outside-down). Halaman bolak-balik spasi 1,5.
  4. SUSUNAN LAPORAN PERCOBAAN
    1. Cover Depan #
    2. Print Out Modul ( halaman bolak balik boleh fotokopi ) #
    3. Dasar Teori ( bolak-balik minimal 4 halaman penuh tanpa gambar dan minimal 5 halaman penuh jika bergambar ) #
    4. Data Percobaan
    5. Analisa Data
    6. Tugas Pendahuluan (jika ada) #
    7. Tugas Modul
    8. Tugas Asistensi
    9. Kesimpulan
    10. Lampiran ( tugas download, simulasi dll )

Keterangan :

  • Yang bertanda # wajib dibawa pada saat pelaksanaan praktikum.
  • Jika pada saat praktikum terdapat kesalahan atau format yang tidak sesuai, maka akan dikenakan sanksi (berupa pengurangan nilai).
  • Lembar monitoring wajib dibawa saat praktikum.
  • Setiap kelompok membawa 1 Lembar Penilaian.

Kegiatan Asistensi

  1. Asistensi wajib dilaksanakan minimal sebanyak 1 kali secara berkelompok.
  2. Asistensi dilaksanakan dengan menghubungi asisten yang bersangkutan.
  3. Praktikan harus menghubungi asisten yang bersangkutan maksimal H+2 praktikum untuk konfirmasi waktu asistensi.
  4. Deadline ACC maksimal 1 minggu setelah pelaksanaan percobaan.
  5. Apabila terjadi keterlambatan pada saat pelaksanaan asistensi ataupun melebihi deadline ACC percobaan, maka akan dikenakan sanksi (berupa pengurangan nilai = -5 x jumlah hari).
  6. Laporan percobaan disimpan dan disusun untuk pengumpulan Laporan Resmi.

Penilaian Praktikum

Kriteria penilaian praktikum terdiri dari:

  1. Keaktifan, kedisiplinan, kerja sama dalam pelaksanaan praktikum
  2. Laporan Percobaan
  3. Penugasan Asisten
  4. Penugasan Akhir

Prosedur Standar Kegiatan Praktikum

  • Praktikan memasuki ruang praktikum
  • Praktikan meletakkan barang bawaan secara rapi
  • Praktikan menjalankan standard safety dari alat praktikum

Keterangan Tambahan

  • Kami mengharapkan kerjasama dari seluruh praktikan untuk menjalankan kegiatan praktikum sesuai dengan peraturan yang ada.
  • Segala bentuk pelanggaran ataupun tindakan yang dapat merugikan akan dikenakan sanksi.
  • Bila membutuhkan informasi lebih lanjut, segera hubungi koordinator praktikum.
  • Pengumuman terkait Praktikum Rangkaian Digital akan terus diupdate secara berkala, sehingga diharapkan keaktifan praktikan untuk melihat pengumuman.

Baca juga :


Download Contoh Tata Tertib DOC

Anda bisa mendownload file DOC dari contoh di atas gratis.

Download : Via Google Drive


Semoga contoh tata tertib praktikum / kegiatan lab yang kami berikan di atas bermanfaat ya.

Salam semangat!