Eksplorasi Mineral Radioaktif

Permintaan akan sumber energi alternatif terus meningkat dari hari ke hari. Selain Titanium dan Zirkonium, survei radiometrik terutama berkaitan dengan pencarian Uranium, Thorium, dan Kalium. Ada sekitar lima puluh isotop radioaktif alami. Instrumen yang digunakan untuk mengeksplorasi mineral radioaktif, menampilkan jumlah emisi selama periode waktu tertentu. Satuan standar radiasi gamma adalah Roentgen (R), yang sesuai dengan kuantitas radiasi yang menghasilkan sekitar 2X10 daya 15 pasang ion per meter kubik pada suhu dan tekanan standar. Anomali radiasi akan dinyatakan dalam rontgen mikro per jam. Penghitung Geiger-Muller, Scintillometer, spektrometer sinar gamma, radon – emanometer, dll adalah instrumen utama yang digunakan untuk survei mineral radioaktif.

Jika dibandingkan dengan instrumen lain, penghitung Geiger-muller lebih murah dan lebih mudah digunakan, tetapi penggunaannya terbatas pada survei tanah hanya karena hanya merespon emisi sinar beta. Unsur-unsur kimia yang mendeteksi seperti argon, uap air, dan alkohol atau metana disimpan dalam tabung kaca tertutup.

Scintillometer paling efisien dan berguna untuk mengukur radiasi gamma. Mekanismenya adalah bahwa zat kimia tertentu seperti natrium iodida yang diolah dengan talium dan germanium hanyut lithium memang mengubah sinar gamma menjadi energi cahaya sehingga mereka bersinar.

Radon adalah unsur radioaktif berbentuk gas. Itu tidak membentuk senyawa dengan elemen lain dan karenanya bergerak melalui beberapa jenis fitur struktural seperti patahan, sambungan, dan juga melalui ruang pori di bawah tanah baik sebagai elemen gas tunggal atau terlarut dalam badan air bawah tanah. Radon adalah produk dari disintegrasi radioaktif atau peluruhan Uranium sehingga merupakan panduan yang berguna untuk mendeteksi deposit uranium yang lebih dalam. Radon – emanometer juga digunakan untuk memetakan fitur struktural seperti patahan yang memfasilitasi pengangkutan radon yang terbentuk pada kedalaman yang sangat dalam.

TRENDING:  Seberapa Pintar Mobil Pintar Kita?

Sebagian besar survei radiometrik dilakukan dari udara. Data radiometrik harus dilengkapi dengan data yang dikumpulkan dari survei magnetik dan elektromagnetik. Tergantung pada ukuran deposito kecepatan helikopter dapat diubah. Ketinggian penerbangan biasanya sekitar seratus meter. Data yang dikumpulkan umumnya ditafsirkan dalam istilah kualitatif.

Survei radiometrik juga sangat berguna dalam proses pemetaan geologi karena perbedaan litologi yang berbeda dapat diidentifikasi berdasarkan variasi tanda radioaktifnya.

Leave a Comment