Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan? Perhatikan Hal-Hal Ini

Cara Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan – Belakangan ini bisnis Thai Tea tengah populer dan banyak diperbincangkan orang, terlebih oleh para calon pengusaha kecil yang ingin memulai karir di dunia bisnis.

Cara Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan
Cara Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan

Thai Tea sendiri adalah minuman instan dari negeri Gajah Putih yang cukup digemari masyarakat di tanah air.

Harga jual per cup atau botolnya pun variatif, ada yang menjual dengan harga murah hingga mahal. Namun berapapun harganya Thai Tea ini tetap laku di pasaran.

Melihat fakta tersebut, wajar kalau bisnis ini bisa menjadi kesempatan yang patut Anda lirik dalam membangun usaha kuliner ini.

Khususnya kalangan anak muda yang mau mencoba peluang merintis bisnis pribadi yang menguntungkan hanya dengan modal kecil, maka tak salah jika Anda mencoba mendirikan usaha ini.

Tips Jitu Memulai Usaha Thai Tea Rumahan

Saat Membuka usaha pastinya Anda tidak ingin jualannya sepi pembeli bukan? Apalagi semua kerja keras untuk mengembangkan bisnis hasilnya tidak memuaskan.

Bila seperti ini akan membuat Anda mudah terkena demotivasi. Untuk mencegahnya Anda perlu melakukan langkah-langkah tepat seperti yang dijabarkan di bawah ini.

#1. Menyiapkan Modal Usaha

Perkiraan modal yang diperlukan pada bisnis Thai Tea botol ini sebenarnya sangat variatif, mulai dari modal rendah sampai lumayan tinggi. Tapi karena pembahasan ini ditujukan untuk pebisnis pemula maka disini Anda memulai menjual Thai Tea dengan biaya awal usaha yang tidak terlalu besar dahulu.

Estimasi biaya yang mesti Anda keluarkan untuk memulai bisnis Thai Tea yakni pada kisaran 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Budget ini hanya sebuah perkiraan dan kemungkinan akan terdapat perbedaan harga yang dijual di tiap daerah dari sisi peralatan maupun bahan baku yang dibutuhkan.

#2. Membeli Franchise dari Pihak Pertama

Untuk memudahkan memulai usaha kuliner Thai Tea Anda bisa membeli franchise bisnis thai tea tersebut. Apalagi bila Anda membeli franchise ini dari tangan pertama, sehingga modal yang dikeluarkan cukup murah, dan fasilitas yang didapat pun cukup lengkap.

Dengan franchise Thai Tea Anda cukup membayar sejumlah modal kemudian Anda akan diberikan alat dan bahan untuk bisnis minuman populer ini.

Memulai usaha ini menggunakan franchise tangan pertama terbilang efektif, pebisnis pemula memanfaatkan hal ini berjalan dengan baik. Terlebih modal yang digunakan terjangkau, sehingga Anda bisa menekan pengeluaran yang tak perlu dan meningkatkan keuntungan penjualan Thai Tea.

#3. Memilih Bahan Baku Berkualitas

Bahan baku Thai Tea untuk bisnis Anda mesti mempunyai kualitas terbaik, supaya produk Thai Tea yang nantinya Anda hasilkan juga berkualitas.

Anda bisa memilih berbagai merk apapun yang berkualitas sebagai bahan baku teh jenis Thai. Bahan Thai Tea mudah sekali ditemukan dan harganya cukup terjangkau, ada yang 15 ribu hingga 50 ribu rupiah.

Sedangkan susu kental atau susu evaporasi yang digunakan kebanyakan pemilik bisnis Thai Tea rumahan biasanya adalah berbagai merk susu berkualitas yang mana merupakan jenis susu paling umum dijumpai.

Dengan begitu Anda mudah mendapatkan bahan jenis susu tersebut untuk Thai Tea Anda ketika stok habis.

Namun jangan lupa untuk menggunakan bahan-bahan yang sudah terjamin keamanannya dan tersertifikasi baik itu dari MUI maupun BPOM. Semua bahan baku ini di market offline online ataupun di pasar umum tempat langganan sehingga Anda bisa mendapat potongan harga di sana.

#4. Mencoba Resep Produk & Memberikan Tester

Menjalankan usaha Thai Tea, tentunya Anda harus mempraktikkan bermacam-macam resep Thai Tea yang Anda kuasai sebelum menjualnya secara masal.

Anda mesti perhatikan pula takaran saji yang tepat antara teh dengan susu evaporasi, pastikan kedua bahan ini dipadukan dengan takaran yang pas sehingga rasa yang dihasilkan dapat memuaskan konsumen.

Untuk mencicipi produk Thai Tea yang Anda buat. Anda bisa meminta bantuan keluarga ataupun kerabat dekat sebagai tester. Dengan begitu Anda dapat menanyakan opini para tester ini mengenai rasa Thai Tea kreasi Anda.

Apakah rasanya sudah memenuhi standar rasa Thai Tea yang ada di pasaran atau sebaliknya. Bila rasanya masih jauh dari standar, sebaiknya Anda berlatih lagi mengolah Thai Tea hingga rasanya sempurna.

Ada banyak media belajar yang bisa Anda manfaatkan. Mulai yang gratis seperti cookpad, youtube, dsb. Hingga yang berbayar seperti mengikuti workshop yang di adakan oleh chef maupun restoran-restoran ternama.

#5. Memilih Lokasi Jualan yang Strategis

Sebagai pebisnis pemula sebaiknya Anda memilih lokasi yang strategis untuk merintis bisnis Thai Tea ini. Karena itu Anda harus melakukan observasi terhadap calon customer yang ada di lingkungan sekitar rumah Anda.

Adapun cara sederhananya yakni dengan observasi di tempat ramai pengunjung seperti kantor, sekolah, dan pusat perbelanjaan.

Pada umumnya tempat tersebut berada di dekat lingkungan rumah dan tiap harinya selalu ramai pengunjung. Makin ramai tempat itu, tentunya semakin cocok untuk dijadikan tempat menjual Thai Tea.

Namun untuk area sekolah dan kantor, Anda harus memperhatikan jam istirahat yang berlaku di kedua tempat ini. Biasanya pada jam istirahat kantor dan sekolah, bisnis Thai Tea Anda akan banyak terjual.

Jadi sangat disarankan untuk berjualan di lokasi tersebut sekitar jam 10 pagi. Apalagi di jam ini cuacanya sudah mulai panas sehingga siapapun akan mendatangi lapak Thai Tea Anda.

Strategi ini menjadi peluang untuk memperoleh pembeli serta akan meningkat penjualannya. Jika produk Thai Tea Anda sukses hingga habis terjual, pastinya keuntungan yang didapat jadi berlipat ganda dan diperoleh dengan sangat mudah pula.

#6. Menentukan Harga Jual Thai Tea

Menetapkan harga jual dengan tepat akan menentukan masa depan bisnis teh instan asal Thailand ini. Untuk memutuskan harga jual Thai Tea anda tak perlu memakai rumus yang sulit untuk menghitung berapa harga per cup atau botol Thai Tea yang Anda jual.

Cukup menyamakannya saja dengan harga umum di pasaran, biasanya harga per botol Thai Tea ini dijual dengan harga Rp. 10.000,00 – Rp. 20.000,00

Apabila Anda mampu menjual Thai Tea sekitar 50 botol per harinya, maka Anda telah mengantongi keuntungan yang cukup besar, yakni antara 6 hingga 8 juta rupiah per bulannya.

Itu pun dengan modal awal dibawah satu juta. Coba Anda bayangkan jika Anda berhasil menjual Thai Tea Anda lebih 50 botol sehari, sudah tentu Anda akan memperoleh benefit berlipat ganda setiap bulan.

#7. Memanfaatkan Media Sosial untuk Promosi

Untuk makin menyukseskan dan menaikkan jumlah penjualan Teh ala Thailand ini, Anda bisa menggunakan media sosial untuk memasarkan usaha Thai Tea Anda.

Media sosial mempunyai pengaruh sangat besar pada bisnis jenis apapun, begitu pula usaha Thai Tea. Gunakanlah media sosial seperti Twitter, Instagram, Linkedin, Facebook, dan lain-lain untuk meningkatkan brand awareness Thai Tea Anda pada masyarakat.

Melalui media sosial ini Anda juga bisa membagikan informasi mengenai promosi yang Anda berikan. Di zaman digital ini sangat penting memanfaatkan media sosial agar bisnis Anda berumur panjang dan memperluas pemasarannya.

Tips Memasarkan Bisnis Thai Tea via Facebook

Terkhusus facebook, kami memiliki beberapa tips teknis yang cukup efektif untuk memasarkan berbagai produk kuliner, termasuk usa thai tea Anda. Caranya :

  • Cari dan bergabunglah ke grup facebook tentang kuliner di kota Anda tinggal. Misal, Anda tinggal di Ngawi. Maka, carilah grup ‘kuliner ngawi’. Kemudian bergabunglah di sana.
  • Perhatikan syarat dan peraturan grup yang Anda bergabung didalamnya.
  • Jika diperbolehkan berjualan, coba tawarkan thai tea Anda di sana.
  • Ambil lah foto produk yang bagus. Anda bisa belajar terlebih dahulu di youtube atau dimanapun.
  • Gunakan kata-kata copywriting yang menarik. Kalau memungkinkan, beri promo-promo menarik. Beli 2 gratis 1, free ongkir, dll)

Menurut pengalaman kami, grup FJB (forum jual beli) facebook daerah cukup efektif untuk mempromosikan produk jualan kita. Yap, tentunya dengan syarat poin-poin yang kami sebutkan di atas.


Agar bisnis thai tea Anda bisa menghasilkan dan sukses. Anda dapat mengaplikasikan tips di atas sehingga bisnis Thai Tea Anda ramai pembeli dan untung besar.

Semoga bermanfaat dan salam struggle!

Apa Itu Digital Marketing: Konsep, Contoh, dan Tujuanya

Apa Itu Digital Marketing: Konsep, Contoh, dan Tujuanya – Pengguna internet semakin lama semakin meluas.

Apa Itu Digital Marketing Konsep, Contoh, dan Tujuanya
Apa Itu Digital Marketing Konsep, Contoh, dan Tujuanya | Src : Unsplash.com

Bukan hanya orang dewasa perkotaan saja, namun kini internet telah menjangkau anak-anak di pedesaan. Kenyataan ini kemudian meningkatkan popularitas digital marketing diantara pelaku bisnis.

Apa itu digital marketing?

Sebagian dari pembaca mungkin sudah familiar dengan istilah tersebut. Namun, apakah Anda yakin sudah memahami makna dari digital marketing atau kadang disebut internet marketing ini?

Secara singkat, pengertian digital marketing adalah pemasaran online atau bentuk penjualan yang dilakukan di Internet.

Lalu, bagaimanakah cara melakukan, tujuan, dan strategi jualan di internet ini? Anda akan mendapatkan banyak informasi dari ulasan lengkap kami mengenai digital marketing berikut ini.

  • Mengenal Digital Marketing
  • Tujuan Digital Marketing
  • Mengapa memilih Digital Marketing?
  • Macam-macam Digital Marketing
  • Konsep Digital Marketing
  • Tips Digital Marketing Dasar

Pengertian Digital Marketing

Digital marketing bisa diartikan sebagai teknik menjual sebuah produk, baik jasa maupun barang, melalui promosi atau strategi yang ada di internet. Anak-anak muda zaman sekarang kerap menyebut dengan istilah “jualan online”.

Teknik penjualan ini sebenarnya sudah lama ada, hanya penggunanya waktu itu masih sangat terbatas sehingga belum banyak dilirik oleh pelaku bisnis.

Baca juga : 

Tujuan Digital Marketing

Tujuan utama digital marketing adalah untuk memperbanyak penjualan, bahkan bisa sampai berkali lipat. Seperti yang kita ketahui, penggunaan internet tidak terbatas oleh kalangan dan jarak sehingga diharapkan dapat memperluas target market dari bisnis atau Anda.

Dalam hal meningkatkan jumlah penjualan, konsep digital marketing ini punya beberapa kelebihan dibanding penjualan cara lama atau offline, yaitu:

  • Target Konsumen Lebih Luas

Melalui digital marketing, Anda bisa mendapatkan konsumen dari berbagai daerah, bahkan dari negara-negara lain tanpa harus bertemu langsung. Mereka hanya membaca iklan yang lewat di layar laptop atau gadget ketika berselancar di dunia maya. Hal ini merupakan kelebihan paling utama dari digital marketing.

Jadi, brand produk Anda tidak hanya dikenal oleh pembeli lokal, tapi bisa juga dibeli oleh orang dari mancanegara. Dengan demikian, jumlah pembeli jadi berlipat ganda gara-gara digital marketing.

  • Mudah dan Efektif

Pelaku marketing online melakukan pemasaran tanpa harus kemana-mana. Namun, produk yang dipasarkan dapat dijangkau oleh lebih banyak orang. Mudah, bukan?

Coba bayangkan bila Anda menggunakan cara lama, misalnya dengan menyebarkan pamflet produk atau memasang spanduk-spanduk. Kira-kira, butuh berapa lama agar produk Anda tersebut dikenal oleh orang dari berbagai propinsi atau bahkan negara?

Nah, untuk itulah digital marketing hadir sebagai solusi penjualan yang tidak mungkin dilakukan secara offline.

Efektivitas digital marketing tidak perlu diragukan lagi. Saat Anda hendak memasang iklan produk, Anda bisa memilih segmentasi pasar sehingga orang-orang yang membaca iklan tersebut adalah orang-orang yang kemungkinan akan membeli barang Anda.

  • Murah

Bicara soal murah atau mahal sebenarnya tergantung dari produk yang Anda jual dan strategi digital marketing yang Anda gunakan.

Bagi Anda yang menggunakan strategi iklan online, baik di google adsense ataupun sosial media, mungkin perlu merogoh kocek agak dalam. Tapi bila dibandingkan dengan pemasaran lama, sebenarnya biaya yang dikeluarkan tidak terlalu mahal.

Zaman dahulu, bila ingin produknya dikenal sampai jauh, maka pemilik usaha harus punya toko di berbagai daerah atau memiliki sales yang tiap hari menawarkan barang ke toko-toko.

Coba saja kalkulasikan berapa biaya yang diperlukan untuk ongkos transportasi tiap hari, sewa tempat, dan mendirikan sebuah toko? Tentu lebih mahal dibanding dengan digital marketing, bukan?

Meski demikian, bukan berarti digital marketing selalu lebih baik dari offline marketing. Semua itu tergantung pada pangsa pasar dan jenis produk yang Anda jual.

  • Lebih Cepat

Tidak pelu waktu lama untuk menjangkau calon konsumen dari tempat yang jauh menggunakan konsep digital marketing. Sekali klik, iklan yang Anda buat bisa dibaca oleh ribuan bahkan jutaan orang.

Teknik digital marketing ini jauh lebih efisien dari segi waktu bila dibanding dengan pamasaran lama, dimana Anda harus menawarkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Macam-macam Digital Marketing

Bila Anda adalah seorang produsen atau marketing sebuah bisnis, silahkan coba melakukan penjualan online melalui beberapa cara digital marketing di bawah ini:

  • Website

Anda bisa membuat sebuah website yang berisi produk-produk yang dijual. Untuk meningkatkan probabilitas penjualan, Anda perlu berada di halaman pertama pencarian google.

Untuk itu, diperlukan keahliah SEO (search Engine Optimised) dalam digital marketing tipe ini.

  • Iklan Online

Untuk meningkatkan target penjualan, biasanya pemilik produk akan melakukan iklan secara online melalui sosial media (ig ads, fb ads, tiktok ads, dll), google ads, dan yang lainnya.

Iklan tersebut menarik banyak orang untuk membeli produk Anda melalui marketing online.

  • Sosial Media

Sosial media juga bisa dimanfaatkan untuk digital marketing. Cara digital marketing lewat sosmed ini adalah dengan membuat akun kemudian mempromosikan barang atau jasa lewat akun tersebut secara langsung.

Selain itu, produk Anda juga dapat dipromosikan melalui halaman berbayar. Untuk Teknik iklan berbayar ini biasanya terdapat pilihan segmentasi pasar yang memungkinkan akun-akun yang melihat iklan tersebut sesuai dengan target market.

Inilah efektivitas dari digital marketing.

Contoh sosial media yang dapat dipakai untuk digital marketing adalah facebook, Instagram, twitter, dan whatssap.

  • Email Marketing

Email marketing adalah salah satu Teknik digital marketing dengan mengirimkan pesan melalui email. Email marketing bisa dikategorikan teknik penjualan personal.

Cara marketing online ini mirip dengan surat penawaran yang biasanya dikirimkan ke instansi-instansi pada zaman dahulu.

  • Youtube

Belakangan banyak pengunjung dunia maya yang tertarik untuk ber-youtube ria. Sebagai pelaku bisnis, Anda juga bisa memasang iklan berupa video di akun-akun youtube yang punya banyak pengunjung.

Belakangan, digital marketing tipe ini sedang naik daun.

  • Marketplace

Marketplace bisa diartikan sebagai pasar online. Pengguna gadget dapat menjual produk-produk melalui aplikasi yang berfungsi sebagai pasar (untuk dunia nyata).

Contoh dari marketplace yang ada saat ini adalah bukalapak, tokopedia, olx, Lazada, shopee, dan yang lainnya. Digital marketing melalui aplikasi marketplace ini ada yang gratis dan berbayar.

  • Media lainnya.

Sebenarnya masih banyak media digital marketing advanced lainnya di luar yang kami sebutkan di atas. Mungkin akan kami bahas di artikel kami yang lainnya ya.

Konsep Digital Marketing

Bila Anda memutuskan untuk menambah strategi promosi melalui digital marketing, sebaiknya siapkan dulu konsepnya agar tak bingung di tengah jalan. Anda bisa mengikuti langkah-langkah kami berikut ini:

  1. Tentukan dulu produk, target market dan dana yang bisa digunakan.
  2. Buatlah sebuah website yang berisi produk-produk Anda. Bila Anda merasa kesulitan, bisa menggunakan jasa website developer. Website ini nantinya akan ditautkan dengan digital marketing di sosial media.
  3. Buat akun dan halaman sosial media. Untuk mengoptimalkan digital marketing, buatlah halaman berbayar dengan menambahkan segmentasi pasar. Anda bisa menautkan halaman di sosial media dengan website sehingga pengunjung lebih leluasa dalam mempelajari produk.
  4. Iklan di google adsense. Bila dana Anda mencukupi, daftarkan produk Anda di google adsense. Digital marketing dengan metode ini terbukti sangat efektif untuk beberapa produk. Dengan memanfaatkan google adsense, Anda tinggal duduk manis di rumah menunggu orderan.
  5. Buat video produk. Untuk menyempurnakan digital marketing yang sedang Anda kerjakan, pakailah teknik promosi berupa video juga. Anda dapat mengunggahnya di akun youtube, sosial media yang lain atau website perusahaan.

Baca juga :

Tips Digital Marketing Dasar agar Optimal

Agar digital marketing produk Anda optimal, cobalah beberapa tips yang kami rangkum dari berbagai sumber:

  • Membuat konten yang SEO friendly dan berkualitas.
  • Membentuk relasi dengan pelanggan di sosial media dengan cara menyapa dan share hal-hal yang positif.
  • Pakailah gambar dengan kualitas terbaik
  • Berpartisipasi dalam komunitas online, terutama yang sesuai dengan target market produk Anda.
  • Upload testimoni atau endorse untuk membangun kepercayaan publik.
  • Manfaatkan marketplace
  • Buatlah sistem pemesanan dan pembayaran yang paling mudah sehingga pelanggan tidak kerepotan.

Nah, itulah ilmu digital marketing yang dapat kami bagi kepada Anda. Semua ulasan di atas bersifat umum, ya.

Kalau Anda ingin mahir digital marketing, kami sarankan untuk mempelajari tekniknya satu persatu, mulai dari cara mengoptimalkan website, cara beriklan di adsense, cara berjualan di sosial media, cara berjualan via youtube, dan pemasaran optimal melalui marketplace.

Jadi, bukan hanya tahu pengertian digital marketingnya saja. Semoga bermanfaat.

Franchise, Usaha Kekinian dengan Potensi Keuntungan Besar

Apa itu Franchise dan Bagaimana Memulainya – Hai sobat Solars. Bisnis franchise adalah suatu metode usaha atau bisnis yang dilakukan dengan cara menjual atau mendistribusikan suatu barang/jasa, dimana brand suatu barang/jasa tersebut sudah ada sebelumnya.

Apa itu Franchise & Franchise Populer di Indonesia | Via : Pexels.com
Apa itu Franchise & Franchise Populer di Indonesia | Via : Pexels.com

Biasanya, bisnis franchise atau dalam bahasa indonesia disebut waralaba ini memanfaatkan suatu brand untuk mempermudah pemasaran, karena brand tersebut sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam keseharian, kita sering menemui usaha franchise dan mungkin kita juga bagian dari pelanggannya. Franchise yang berseliweran di Indonesia diantaranya adalah Pizza Hut, KFC, dan beberapa brand terkenal lainnya. Sebagian besar brand yang kita temui berasal dari negara lain, namun sebetulnya tidak sedikit brand lokal yang juga memiliki banyak franchise.

Sebut saja Hoka Hoka Bento yang seringkali diduga berasal dari Jepang, atau minuman kekinian Xi Bo Ba yang ternyata bukan dari Taiwan melainkan brand asli Indonesia.

Apa Itu Franchise dan Istilah yang Berkaitan dengan Franchise

Apa itu Bisnis Franchise
Apa itu Bisnis Franchise

Franchise, atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah waralaba, adalah tipe bisnis yang dijalankan oleh individu/perseorangan dimana individu/perseorangan tersebut mendapatkan hak untuk memanfaatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) suatu usaha seperti penggunaan merek dagang/jasa, hak cipta untuk penggunaan logo, desain suatu kemasan, hingga resep ataupun rahasia dagang lainnya.

Penggunaan dan pemanfaatan tersebut biasanya diberikan oleh pemberi waralaba atau dikenal dengan sebutan franchisor kepada mitra atau penerima waralaba yang biasa disebut franchisee.

Dalam sistem bisnis franchise, terdapat istilah franchise fee dimana istilah ini merujuk pada biaya yang harus dikeluarkan oleh franchisee untuk memulai bisnis.

Biasanya, franchise fee dikeluarkan untuk ‘membeli’ biaya lisensi penggunaan merek atau brand serta penggunaan pedoman atau standar operasional yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu, sesuai kontrak yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Selain franchise fee, kewajiban lain yang dibebankan kepada franchisee atau penerima waralaba adalah Royalti Fee.

Royalty Fee merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh franchisee kepada franchisor setelah waralaba mulai berjalan atau beroperasi. Besaran Royalty fee tersebut biasanya sudah ditetapkan oleh pemberi waralaba.

Namun, pada praktiknya Anda juga akan bisa menemui franchie atau waralaba dengan sistem jual lepas. Artinya, Anda dibebaskan dari perjanjian-perjanjian yang bagi sebagian orang terkesan agak ‘ribet‘ itu.

Meskipun terkesan ribet, namun bisnis franchise cukup menjanjikan di Indonesia. Semakin mudahnya makanan dan minuman kekinian ditemui dimanapun merupakan indikator bahwa bisnis franchise ini cukup menjanjikan.

Baca juga : 

Daftar Franchise Populer yang Banyak Ditemui di Indonesia

Berikut ini diantara waralaba-waralaba paling populer yang kami yakin Anda sering temui di sekitar tempat tinggal.

  1. Brand Franchise Asing yang Mempelopori Franchise di Indonesia

Sistem waralaba atau franchise mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1950-an, yakni saat munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.

Akan tetapi, franchise di Indonesia baru mengalami perkembangan sejak franchise asing seperti KFC, McDonalds, Burger King, dan Wendy’s masuk ke Indonesia pada tahun 1980-1990an.

Perkembangan pesat franchise di Indonesia terjadi pada tahun 1995, namun pada tahun 1998 di sini franchise mengalami penurunan akibat terjadinya krisis moneter.

  1. Franchise Lokal Pertama di Indonesia

Sejak dikenalnya sistem franchise di Indonesia, beberapa jenis usaha lokal pun mulai menggunakan sistem tersebut. Sebut saja Es Teler 77 yang merupakan merek waralaba lokal pertama di Indonesia. Es Teler 77 adalah bisnis keluarga yang mulai diwaralabakan pada tahun 1987 dan bergerak di bidang usaha makanan Indonesia siap saji dengan menu khasnya es teler.

Hingga saat ini, Es Teler 77 memiliki hingga 180 gerai yang tersebar di Indonesia dan beberapa gerai di negara lain.

  1. Brand Franchise Lokal yang Sering Dikira Brand Luar Negeri

Tidak hanya Hoka Hoka Bento yang sering diduga berasal dari Jepang, atau minuma kekinian Xi Bo Ba yang diduga dari Taiwan, beberapa brand waralaba lokal ini juga sering diduga berasal dari luar negeri seperti CFC, J.CO, Sour Sally, Holland Bakery, dan beberapa brand lokal lainnya.

CFC (California Fried Chicken) adalah restoran waralaba ayam goreng yang sudah berdiri sejak tahun 1983. Meskipun menggunakan nama California, ternyata CFC merupakan brand asli Indonesia yang saat ini sudah memiliki 250 gerai tersebar di seluruh Indonesia.

J.CO dan Sour Sally termasuk brand waralaba lokal yang tergolong baru di Indonesia. J.CO didirikan pada tahun 2006 oleh Johnny Andrean yang merupakan pebisnis di dunia salon, sedangkan Sour Sally didirikan pada tahun 2008.

Bisnis franchise lokal lainnya yang sering diduga berasal dari luar negeri adalah Holland Bakery. Mungkin banyak yang menebak Holland Bakery berasal dari negeri kincir angin, namun ternyata toko roti ini asli Indonesia. Holland Bakery sudah cukup lama berdiri di Indonesia, yakni sejak tahun 1978 silam. Hingga kini, Holland Bakery sudah memiliki 400 gerai yang tersebar di Indonesia.

  1. Franchise Lokal yang Mendunia

Tidak hanya bisnis franchise asing yang masuk ke Indonesia, franchise lokal asli Indonesia pun sudah ada yang mendunia. Beberapa brand franchise Indonesia yang sudah mendunia diantaranya adalah Es Teler 77, Pecel Lele Lela, dan Bumbu Desa.

Es Teler 77 mulai memasuki pasar Internasional pada tahun 1998. Gerai pertama Es Teler 77 di luar negeri berada di Singapura, dan mulai merambah ke negara lain seperti Melbourne, Australia pada tahun 2000an. Es Teler 77 menyajikan makanan dan minuman Indonesia dengan menu khasnya es teler. Saat ini gerai Es Teler 77 dapat ditemukan di Singapura, Malaysia, dan Melbourne.

Tidak berbeda jauh dengan Es Teler 77, Pecel Lela dan Bumbu Desa juga menyajikan makanan dan minuman Indonesia, namun Pecel Lele Lela berfokus pada menu lele yang disajikan dengan berbagai macam bumbu.

Terdapat 42 gerai Pecel Lele Lela di Indonesia, serta 1 gerai di Malaysia. Sementara itu, rumah makan Bumbu Desa memiliki cabang di Indonesia sebanyak 10 outlet, dan beberapa outlet di luar negeri seperti Singapura dan Kuala Lumpur.

  1. Franchise Kekinian dengan Omzet Hingga Jutaan per Hari

Semenjak maraknya penggunaan sosial media, banyak orang, terutama remaja, yang menggandrungi makanan atau minuman kekinian untuk kebutuhan konten sosial media. Hal tersebut ternyata sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis franchise di Indonesia.

Hingga saat ini, bisnis franchise sangat mudah ditemui dimana pun. Beberapa bisnis franchise yang digadang-gadang menjanjikan dengan omzet per hari yang cukup besar diantaranya adalah franchise kopi seperti Kopi Janji Jiwa, Chatime, Kopi Kenangan, dan sebagainya.

Ini, Snack Kekinian Kopi Janji Jiwa
Franchise Kopi Janji Jiwa | Liputankota.com

Sebagian besar franchise yang digandrungi oleh kebanyakan anak muda zaman sekarang adalah franchise minuman kekinian, terutama yang menyajikan kopi dan minuman boba.

Meskipun baru didirikan pada tahun 2019 lalu, kopi Janji Jiwa mampu menjadi salah satu franchise yang cukup banyak diminati. Selain harganya yang cukup terjangkau, rasa dari minuman yang disajikan juga cukup enak dan sesuai dengan lidah Indonesia.

Dalam sehari, satu gerai Kopi Janji Jiwa dapat menjual sebanyak 200 cup es kopi susu dengan omzet per hari mencapai 3,6 juta rupiah per harinya.

Masih seputar kopi, Kopi Kenangan yang berdiri sekitar tahun 2017 ini mampu meraup omzet hingga 30 milyar rupiah per bulan dari 90 gerai atau setara dengan 11 juta rupiah per gerai/hari-nya pada tahun 2019 lalu. Konsep yang diusung oleh Kopi Kenangan adalah kopi yang berkualitas dengan harga yang affordable.

Berbeda dengan Kopi Janji Jiwa dan Kopi Kenangan, Chatime menyuguhkan minuman kekinian dengan menu utama bubble drink atau lebih dikenal dengan boba. Chatime masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 2011.

Hingga tahun 2019 lalu, jumlah gerai Chatime di Indonesia mencapai 275 dan tersebar di 39 kota di Indonesia. Tidak ada jumlah pasti mengenai omzet per hari dari merek ini, namun franchise Chatime dinilai cukup menjanjikan karena popularitasnya.

Mau Memulai Bisnis Franchise? Ketahui Hal-hal Berikut!

Banyak keuntungan yang didapatkan dengan menjalankan bisnis franchise atau waralaba, diantaranya adalah sistem manajemen bisnis yang sudah jelas dan terbangun, pemasaran yang lebih mudah karena brand yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya, serta peluang sukses yang cenderung lebih tinggi.

Meskipun begitu, sebelum memutuskan untuk memulai bisnis franchise, ketahuilah beberapa hal berikut.

#1. Jenis Franchise yang Akan Dipilih

Hal utama yang perlu dilakukan sebelum memulai bisnis franchise adalah mengetahui jenis franchise yang akan dipilih. Di Indonesia terdapat beberapa jenis bisnis waralaba yang populer, yakni franchise produk, franchise jasa, serta franchise gabungan barang & jasa.

Franchise produk berfokus pada penjualan atau pendistribusian suatu produk, seperti pakaian, minuman, aksesoris, kosmetik, dan lain sebagainya.

Sedangkan franchise jasa berfokus pada penjualan jasa seperti Rentokil Initial yang bergerak di bidang jasa Pest Control atau pengendalian hama pemukiman.

Adapun franchise gabungan, franchise ini memadukan penjualan barang dan jasa, misalnya salon Johnny Andrean yang merupakan bidang jasa, serta produk shampoo dan perawatan rambut lainnya dengan merek yang sama.

Selain kategori barang dan jasa, jenis bisnis franchise juga terbagi lagi menjadi franchise mancanegara, serta waralaba dalam negeri. Umumnya, waralaba mancanegara lebih diminati pebisnis karena sistem dan manajemennya yang lebih jelas dibandingkan franchise dalam negeri.

#2. Modal Awal waralaba

Setelah mengetahui jenis-jenis franchise, maka tahapan selanjutnya adalah menentukan franchise yang akan dipilih sesuai dengan jumlah modal yang dimiliki. Biasanya, dalam bisnis franchise banyak aspek biaya awal yang perlu dikeluarkan.

Besaran biaya ini tergantung pada jenis usaha franchise yang dipilih.

Misalnya Apotek K-24 yang meminta biaya awal kurang lebih 970 juta rupiah. Biaya tersebut mencakup franchise fee, sewa bangunan 1 tahun, stok obat, papan nama gerai, dan sebagainya.

Fasilitas yang didapat serta besaran biaya awal merupakan kebijakan dari masing-masing franchisor. Jadi, ketahui dulu hal ini sebelum memulai, ya!

#3. Break Event Point (BEP) Usaha Waralaba

Jangan terkejut, biasanya setelah memulai suatu usaha waralaba, modal yang dikeluarkan tidak akan langsung kembali dalam hitungan bulan. Lamanya balik modal atau BEP dapat ditentukan dari jenis usaha yang dipilih.

Selain itu, BEP juga dapat ditentukan dari pemilihan lokasi usaha. Lokasi usaha yang strategis biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk balik modal. Untuk mengetahui gambaran kasarnya, BEP juga dapat diketahui langsung melalui franchisor.

Baca juga :


Setelah mengetahui beberapa hal seputar bisnis franchise serta hal-hal penting lainnya dalam bisnis franchise, ada baiknya jika Anda menyiapkan mental terlebih dahulu sebelum memulai bisnis ini.

Karena meskipun terlihat menguntungkan dan menggiurkan, banyak hal yang dapat menguras emosi ketika sudah memulai bisnis.

Semoga bermanfaat!