Tips Berinovasi Kualitas Produk

Ada sejumlah besar produk yang tersedia saat ini. Hal pertama dan terpenting yang terlintas dalam pikiran kami, sebagai pelanggan, adalah kualitas produk yang ingin kami beli. Kami akan melalui beberapa tips yang dapat diimplementasikan sebagai produsen untuk menghasilkan produk berkualitas terbaik di pasar.

Tetap Sederhana – Penciptaan Produsen harus sedemikian rupa sehingga menarik bagi pelanggan dengan kesederhanaan dan kemudahan penggunaan atau penanganannya. Pelanggan tidak ingin produk menjadi rumit atau sulit digunakan. Beberapa produk ditolak bahkan setelah mendapatkan daftar pendek oleh pelanggan. Ini terjadi selama sesi uji coba!

Uji coba produk sendiri – Pikirkan situasi di mana Anda sendiri tidak puas dengan produk. Oleh karena itu, bagian yang paling penting dan diabaikan yang harus diingat produsen saat mencoba meningkatkan kualitas produk mereka. Produser memang harus senang dengan kualitas hasil buminya. Terkadang kontrol kualitas tidak cukup!

Produk harus Unik – Setiap orang sangat ingin menjadi berbeda; demikian pula, setiap orang juga ingin produk mereka berbeda dari yang lain. Sebagai produser visi Anda harus memberikan variasi kepada pelanggan Anda. Variasi bisa dari warna, bentuk, ukuran dan yang lainnya!

Jangan Pernah Menargetkan kelompok tertentu – Produk dapat dimaksudkan untuk sekelompok orang tertentu ketika diproduksi, tetapi ketika keluar di toko, mungkin ada berbagai jenis pembeli tergantung pada kebutuhan pribadi mereka. Orang-orang dapat membeli produk untuk teman atau keluarga mereka, untuk memberikannya kepada seseorang, atau hanya untuk penggunaan apa pun selain yang diharapkan!

Fokus pada Kegunaan produk – Bahkan jika produk Anda berbeda digunakan untuk setiap pelanggan, tetapi untuk meningkatkan kualitas produk Anda, Anda perlu fokus pada bagaimana produk Anda dapat digunakan dengan lebih baik untuk basis pelanggan umum. Seseorang oleh dan besar membeli produk-produk yang lebih berharga!

Hindari Membandingkan produk Anda – Sebagian besar produsen membandingkan produk mereka dengan pesaing mereka’. Perbandingan sebagian besar mengarah pada menghasilkan atribut serupa seperti yang lain. Pelanggan cenderung bingung ketika dia menemukan situasi seperti itu di mana dia harus memilih antara dua produk serupa. Terutama ketika dia keluar untuk membeli produk untuk pertama kalinya!

Selalu ingat aturan kepuasan pelanggan dan untuk segera menebus keluhan mereka. Menghasilkan produk berkualitas baik dapat menjadi tugas yang menantang, tetapi mempertahankan dan meningkatkan kualitas pada interval waktu reguler bisa lebih menantang. Sebagai produsen, seseorang perlu memiliki semangat itu untuk memberikan produk berkinerja hebat secara teratur. Kualitas tidak dapat dicapai secara mengejutkan atau sebagai kebetulan; itu dicapai dengan tindakan yang pasti dan disengaja terhadap Keunggulan!

Inspirasi Bisnis Makanan Ringan Kekinian, Dijamin Menguntungkan!

Peluang bisnis makanan ringan kekinian mulai terbuka lebar dikarenakan camilan memang digemari semua orang, terutama anak muda. Apalagi dengan munculnya inovasi makanan ringan yang semakin menarik, sangat bisa dijadikan bisnis.

Siapa sih yang tak suka ngemil? Hampir semua orang menyukai kegiatan ngemil ini, baik orang dewasa, anak muda, bahkan anak kecil.

Kegiatan ngemil ini biasanya dilakukan ketika kumpul bersama keluarga, teman, ataupun sebagai teman nugas dan menonton serial kesukaan mu. Kini, makanan ringan yang unik-unik mulai bermunculan untuk memanjakan lidah para pelanggan nya.

Mulai dari yang asin sampai yang manis, tampilan nya pun mulai dikemas dengan kemasan yang menarik dan dengan logo brand yang cantik, semakin menarik para costumer.

Nah bagi anda yang ingin memulai bisnis yang menguntukan, namun anda yang masih bingung untuk membuka bisnis apa, disini kami akan memberikan beberapa ide atau inspirasi bisnis makanan ringan kekinian yang dijamin akan menghasilkan keuntungan yang besar!

4 Inspirasi Bisnis Makanan Ringan yang Menjanjikan dan Menguntungkan

Bisnis makanan ringan mulai menjamur dengan berbagai jenis, rasa, dan penampilan yang menarik mata anda yang mengemari camilan. Nah, disaat seperti ini sangat cocok bagi anda yang ingin berbisnis untuk menjadikan kesempatan ini sebagai usaha yang menguntungkan.

Peluang pasar untuk bisnis makanan ringan kekinian ini terbuka lebar bagi anda karena saat ini sangat banyak jenis camilan yang digemari orang-orang apalagi anak muda yang bisa anda coba untuk mencari keuntungan yang lumayan.

Yuk simak beberapa inspirasi makanan ringan kekinian dibawah ini!

  1. Makaroni Pedas

Siapa yang tak kenal makaroni. Camilan ini rupanya tak lekang oleh waktu dan masih ada dari dulu hingga kini. Semua orang dari segala usia pasti menyukai camilan yang satu ini. Namun kini ada yang sedikit berbeda dari makanan ringan ini.

Makaroni kini hadir dengan rasa-rasa yang variatif, gurih, unik, dan menggugah selera, yaitu rasa keju, pedas ori, peda jeruk, pedas manis, hingga rasa cabai hijau, selain itu ada juga makaroni basah dengan dipadukan rasa pedas, seblak, dan rasa lainnya.

Level pedas nya pun bisa ditentukan, dari yang terendah hingga level pedas tertinggi yang bisa bikin muka merah merona saking pedas nya. Kemasan nya pun menjadi lebih menarik yaitu dikemas dnegan standing pouch atau plastic bowl untuk makaroni basah.

Tertarik untuk mencoba? Anda juga bisa menambah variasi rasa yang menurut anda cocok dengan lidah orang Indonesia.

  1. Keripik Seblak Pedas

Seblak merupakan makanan khas asal Jawa Barat yang semakin hari semakin dikenal di seluruh Nusantara. Rasa seblak ini identik dengan rasa gurih dan pedas.

Seblak ini merupakan makanan kerupuk yang direbus dengan telur atau sayuran lalu disajikan dengan kuah ataupun kering. Namun kini, seblak sudah bisa dinikmati dalam bentuk keripik, baik itu keripik singkong, keripik kentang, ataupun kerupuk goreng biasa.

Selain pedas dan gurih, ciri khas dari rasa seblak ini yaitu rasa kencur yang membuat nya semakin harum. Selain dibuat seblak seperti biasa ternyata kerupuk bisa dibuat keripik nya lho, rasa pedas gurih dan harum kencur tetap bisa anda rasakan dengan tekstur renyah dari keripik ini, bisa dijadikan camilan untuk teman nongkong ataupun mengerjakan tugas.

  1. Keripik Pisang Berbagai Rasa

Olahan pisang memang beragam macamnya, selain diolah untuk pisang goreng, pisang sale, pisang juga bisa dijadikan sebagai keripik.

Selain itu, rasa nya pun semakin variatif atau beragam, anda bisa menambahkan rasa coklat, balado, greentea, barbeque, rasa rumput laut, vanilla, keju, serta rasa-rasa unik lain yang bisa anda coba.

Tekstur renyah dari pisang dan berbagai rasa-rasa yang beragam ini sangat cocok untuk dinikmati sore hari sambil meminum teh hangat.

Camilan ini akan disukai semua orang baik itu pecinta makanan manis ataupun asin karena tersedia berbagai macam rasa yang akan memanjakan lidah para pelanggan.

  1. Kue Balok Lumer

Kue balok merupakan jajanan yang berasal dari Garut, Jawa Barat. Namun kini jajanan tersebut sudah terkenal hingga ke berbagai daerah. Kue balok ini berbentuk balok, terbuat dari tepung terigu, dengan tekstur yang padat dan rasa yang manis.

Sekarang kue balok ini muncul dengan berbagai rasa mulai dari coklat, greentea, keju, dan red velvet. Tekstur kue yang lembut dengan tambahan toping yang manis dan lumer di mulut sangat menggoda sekali bukan?

Camilan kue balok ini bisa dijadikan salah satu ide bisnis makanan ringan kekinian yang akan disukai orang banyak karena memang unik dan rasanya pun menggiurkan. Berani mencoba?


Demikian itulah beberapa contoh atau inspirasi bisnis makanan ringan kekinian untuk anda yang berkeinginan untuk membuka usaha di bidang kuliner dan diminati banyak orang.

Selain ide bisnis diatas, anda juga harus mengatur strategi marketing nya agar penjualan semakin laris. Semoga artikel ini membantu, selamat mencoba!

Tips Agar Iklan Anda Direspon Calon Konsumen

Tips Agar Iklan Anda Direspon Calon Konsumen
Tips Agar Iklan Anda Direspon Calon Konsumen

Semakin kreatifnya kalangan muda pada era sekarang ini membuat kalangan berlomba-lomba menjadi diri yang kreatif dan inovatif. Begitupun pada komunitas pekerja di industri kreatif masa kini.

Persaingan antar dunia bisnis semakin tinggi. Ketatnya persaingan tersebut membuat beberapa komunitas kreatif pada era modern ini mengambil kesempatan untuk turut andil dalam pagelaran dunia marketing dan pemasaran di Indonesia.

Para komunitas di industri kreatif ini mengambil beberapa keuntungan dengan menjadi pekerja marketing dan pemasaran. Produsen – produsen yang memiliki produk atau jasa baru menggunakan jasa dari komunitas kreatif ini untuk memasarkan barang mereka.

Para komunitas kreatif inilah yang nantinya akan bertanggung jawab pada proses pengiklanan dan pemasaran hingga barang atau jasa tersebut dapat terkenal dan diketahui oleh kalangan masayarakat. Para pekerja kreatif ini adalah influencer yang bergerak di bidang pembuatan konten-konten kreatif yang banyak tersebar di berbagai media sosial.

Baca5 HP dengan Fitur NFC yang Wajib Anda Miliki

Para pekerja yang terbiasa membuat konten kreatif ini makin hari makin diminati oleh para produsen karena selain konten yang disajikan unik dan fresh. Suatu konten menjadi lebih menarik jika di perankan oleh para aktor yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Pada tahap inilah dibutuhkan seseorang yang kreatif dan Integrated Marketing Communication untuk bisa membuat sebuah iklan yang dapat di kenal dan di kenang masyarakat. Iklan yang sukses akan membuat calon konsumen tertarik dan membeli barang tersebut.

Pada saat pengiklanan tidak hanya membuat suatu konten lalu di pasarkan. Pembuatan iklan juga harus direncanakan secara matang agar dapat menarik dan membuat penjualan meningkat. Ada beberapa tips agar iklan dapat direspon dengan baik oleh masyarakat.

Membuat iklan di respon baik oleh masyarakat tidaklah mudah. Persaingan industri kreatif yang juga semakin kerasa menuntut para pekerja kreatif makin berinovasi membuat suatu konten.

Tips yang pertama sesuaikan pembuatan iklan dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Suatu barang atau jasa pastilah memiliki keunggulan tertentu atau manfaat tertentu hang berbeda dari barang pesaing lain.

Para pekerja kreatif harus bisa menonjolkan sisi tersebut pada saat iklan. Ikon suatu barang yang akan membuatnya selalu di ingat oleh calon konsumen. Ikon adalah hal tertentu yang paling di ingat oleh konsumen mengenai suatu barang. Bisa dari bentuk nama atau slogan yang tertera saat iklan.

Hal tersebut yang nantinya akan membuat barang lebih dikenal oleh masyarakat. Mayarakat akan menyebarkan ikon tersebut dari mulut ke mulut karena keunikan yang terdapat pada ikon tersebut.

Hal itulah yang akan menjadi proses pemasaran terbaik dalam dunia di era modern seperti sekarang ini. Yang kedua sesuaikan dengan media yang sedang paling banyak di gemari oleh masyarakat zaman sekarang.

Penggunaan media yang tepat akan membuat suatu barang menjadi lebih dikenal. Pada era modern ini televisi ataupun radio adalah hal lama yang diam-diam mulai ditinggalkan.

Hal tersebut karena terjadinya kemajuan di dalam bidang teknologi dan informasi. Kemajuan tersebut membuat penyampaian informasi dan berita tidak hanya terbatas pada televisi, radio ataupun media cetak.

Masyarakat pada era sekarang dapat mengakses informasi dan berita terkini dari layar ponsel pintar mereka. Sehingga mereka dapat mendapatkan informasi di mana saja dan kapan saja. Hal inilah yang harus di perhatikan oleh para pekerja kreatif. Media yang sekarang serba online harus lah menjadi salah satu pertimbangan para pekerja kreatif dalam memasarkan suatu iklan.

Para pekerja kreatif ini dapat memilih salah satu atau beberapa media online yang sedang hangat di kalangan masayarakat seperti facebook atau instagram.

Setelah memilih media yang sesuai pembuatan konten harus disesuaikan dengan mangsa pasar yang akan dituju. Pembuatan konten yang dapat menarik perhatian membutuhkan tingkat kreativitas tinggi.

Unik dan lain dari pada yang lain akan membuat iklan menjadi lebih mudah diingat.

Menyusupkan hal-hal yang akan menjadi ikon suatu produk atau jasa bisa jadi menjadi batu loncatan kenaikan omset penjualan dari barang atau jasa tersebut.selain itu proses penyebaran informasi dengan mengadakan berbagai event akan membuat iklan menjadi lebih dikenal masyarakat.

Baca juga :

Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan? Perhatikan Hal-Hal Ini

Cara Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan – Belakangan ini bisnis Thai Tea tengah populer dan banyak diperbincangkan orang, terlebih oleh para calon pengusaha kecil yang ingin memulai karir di dunia bisnis.

Cara Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan
Cara Memulai Bisnis Thai Tea Rumahan

Thai Tea sendiri adalah minuman instan dari negeri Gajah Putih yang cukup digemari masyarakat di tanah air.

Harga jual per cup atau botolnya pun variatif, ada yang menjual dengan harga murah hingga mahal. Namun berapapun harganya Thai Tea ini tetap laku di pasaran.

Melihat fakta tersebut, wajar kalau bisnis ini bisa menjadi kesempatan yang patut Anda lirik dalam membangun usaha kuliner ini.

Khususnya kalangan anak muda yang mau mencoba peluang merintis bisnis pribadi yang menguntungkan hanya dengan modal kecil, maka tak salah jika Anda mencoba mendirikan usaha ini.

Tips Jitu Memulai Usaha Thai Tea Rumahan

Saat Membuka usaha pastinya Anda tidak ingin jualannya sepi pembeli bukan? Apalagi semua kerja keras untuk mengembangkan bisnis hasilnya tidak memuaskan.

Bila seperti ini akan membuat Anda mudah terkena demotivasi. Untuk mencegahnya Anda perlu melakukan langkah-langkah tepat seperti yang dijabarkan di bawah ini.

#1. Menyiapkan Modal Usaha

Perkiraan modal yang diperlukan pada bisnis Thai Tea botol ini sebenarnya sangat variatif, mulai dari modal rendah sampai lumayan tinggi. Tapi karena pembahasan ini ditujukan untuk pebisnis pemula maka disini Anda memulai menjual Thai Tea dengan biaya awal usaha yang tidak terlalu besar dahulu.

Estimasi biaya yang mesti Anda keluarkan untuk memulai bisnis Thai Tea yakni pada kisaran 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Budget ini hanya sebuah perkiraan dan kemungkinan akan terdapat perbedaan harga yang dijual di tiap daerah dari sisi peralatan maupun bahan baku yang dibutuhkan.

#2. Membeli Franchise dari Pihak Pertama

Untuk memudahkan memulai usaha kuliner Thai Tea Anda bisa membeli franchise bisnis thai tea tersebut. Apalagi bila Anda membeli franchise ini dari tangan pertama, sehingga modal yang dikeluarkan cukup murah, dan fasilitas yang didapat pun cukup lengkap.

Dengan franchise Thai Tea Anda cukup membayar sejumlah modal kemudian Anda akan diberikan alat dan bahan untuk bisnis minuman populer ini.

Memulai usaha ini menggunakan franchise tangan pertama terbilang efektif, pebisnis pemula memanfaatkan hal ini berjalan dengan baik. Terlebih modal yang digunakan terjangkau, sehingga Anda bisa menekan pengeluaran yang tak perlu dan meningkatkan keuntungan penjualan Thai Tea.

#3. Memilih Bahan Baku Berkualitas

Bahan baku Thai Tea untuk bisnis Anda mesti mempunyai kualitas terbaik, supaya produk Thai Tea yang nantinya Anda hasilkan juga berkualitas.

Anda bisa memilih berbagai merk apapun yang berkualitas sebagai bahan baku teh jenis Thai. Bahan Thai Tea mudah sekali ditemukan dan harganya cukup terjangkau, ada yang 15 ribu hingga 50 ribu rupiah.

Sedangkan susu kental atau susu evaporasi yang digunakan kebanyakan pemilik bisnis Thai Tea rumahan biasanya adalah berbagai merk susu berkualitas yang mana merupakan jenis susu paling umum dijumpai.

Dengan begitu Anda mudah mendapatkan bahan jenis susu tersebut untuk Thai Tea Anda ketika stok habis.

Namun jangan lupa untuk menggunakan bahan-bahan yang sudah terjamin keamanannya dan tersertifikasi baik itu dari MUI maupun BPOM. Semua bahan baku ini di market offline online ataupun di pasar umum tempat langganan sehingga Anda bisa mendapat potongan harga di sana.

#4. Mencoba Resep Produk & Memberikan Tester

Menjalankan usaha Thai Tea, tentunya Anda harus mempraktikkan bermacam-macam resep Thai Tea yang Anda kuasai sebelum menjualnya secara masal.

Anda mesti perhatikan pula takaran saji yang tepat antara teh dengan susu evaporasi, pastikan kedua bahan ini dipadukan dengan takaran yang pas sehingga rasa yang dihasilkan dapat memuaskan konsumen.

Untuk mencicipi produk Thai Tea yang Anda buat. Anda bisa meminta bantuan keluarga ataupun kerabat dekat sebagai tester. Dengan begitu Anda dapat menanyakan opini para tester ini mengenai rasa Thai Tea kreasi Anda.

Apakah rasanya sudah memenuhi standar rasa Thai Tea yang ada di pasaran atau sebaliknya. Bila rasanya masih jauh dari standar, sebaiknya Anda berlatih lagi mengolah Thai Tea hingga rasanya sempurna.

Ada banyak media belajar yang bisa Anda manfaatkan. Mulai yang gratis seperti cookpad, youtube, dsb. Hingga yang berbayar seperti mengikuti workshop yang di adakan oleh chef maupun restoran-restoran ternama.

#5. Memilih Lokasi Jualan yang Strategis

Sebagai pebisnis pemula sebaiknya Anda memilih lokasi yang strategis untuk merintis bisnis Thai Tea ini. Karena itu Anda harus melakukan observasi terhadap calon customer yang ada di lingkungan sekitar rumah Anda.

Adapun cara sederhananya yakni dengan observasi di tempat ramai pengunjung seperti kantor, sekolah, dan pusat perbelanjaan.

Pada umumnya tempat tersebut berada di dekat lingkungan rumah dan tiap harinya selalu ramai pengunjung. Makin ramai tempat itu, tentunya semakin cocok untuk dijadikan tempat menjual Thai Tea.

Namun untuk area sekolah dan kantor, Anda harus memperhatikan jam istirahat yang berlaku di kedua tempat ini. Biasanya pada jam istirahat kantor dan sekolah, bisnis Thai Tea Anda akan banyak terjual.

Jadi sangat disarankan untuk berjualan di lokasi tersebut sekitar jam 10 pagi. Apalagi di jam ini cuacanya sudah mulai panas sehingga siapapun akan mendatangi lapak Thai Tea Anda.

Strategi ini menjadi peluang untuk memperoleh pembeli serta akan meningkat penjualannya. Jika produk Thai Tea Anda sukses hingga habis terjual, pastinya keuntungan yang didapat jadi berlipat ganda dan diperoleh dengan sangat mudah pula.

#6. Menentukan Harga Jual Thai Tea

Menetapkan harga jual dengan tepat akan menentukan masa depan bisnis teh instan asal Thailand ini. Untuk memutuskan harga jual Thai Tea anda tak perlu memakai rumus yang sulit untuk menghitung berapa harga per cup atau botol Thai Tea yang Anda jual.

Cukup menyamakannya saja dengan harga umum di pasaran, biasanya harga per botol Thai Tea ini dijual dengan harga Rp. 10.000,00 – Rp. 20.000,00

Apabila Anda mampu menjual Thai Tea sekitar 50 botol per harinya, maka Anda telah mengantongi keuntungan yang cukup besar, yakni antara 6 hingga 8 juta rupiah per bulannya.

Itu pun dengan modal awal dibawah satu juta. Coba Anda bayangkan jika Anda berhasil menjual Thai Tea Anda lebih 50 botol sehari, sudah tentu Anda akan memperoleh benefit berlipat ganda setiap bulan.

#7. Memanfaatkan Media Sosial untuk Promosi

Untuk makin menyukseskan dan menaikkan jumlah penjualan Teh ala Thailand ini, Anda bisa menggunakan media sosial untuk memasarkan usaha Thai Tea Anda.

Media sosial mempunyai pengaruh sangat besar pada bisnis jenis apapun, begitu pula usaha Thai Tea. Gunakanlah media sosial seperti Twitter, Instagram, Linkedin, Facebook, dan lain-lain untuk meningkatkan brand awareness Thai Tea Anda pada masyarakat.

Melalui media sosial ini Anda juga bisa membagikan informasi mengenai promosi yang Anda berikan. Di zaman digital ini sangat penting memanfaatkan media sosial agar bisnis Anda berumur panjang dan memperluas pemasarannya.

Tips Memasarkan Bisnis Thai Tea via Facebook

Terkhusus facebook, kami memiliki beberapa tips teknis yang cukup efektif untuk memasarkan berbagai produk kuliner, termasuk usa thai tea Anda. Caranya :

  • Cari dan bergabunglah ke grup facebook tentang kuliner di kota Anda tinggal. Misal, Anda tinggal di Ngawi. Maka, carilah grup ‘kuliner ngawi’. Kemudian bergabunglah di sana.
  • Perhatikan syarat dan peraturan grup yang Anda bergabung didalamnya.
  • Jika diperbolehkan berjualan, coba tawarkan thai tea Anda di sana.
  • Ambil lah foto produk yang bagus. Anda bisa belajar terlebih dahulu di youtube atau dimanapun.
  • Gunakan kata-kata copywriting yang menarik. Kalau memungkinkan, beri promo-promo menarik. Beli 2 gratis 1, free ongkir, dll)

Menurut pengalaman kami, grup FJB (forum jual beli) facebook daerah cukup efektif untuk mempromosikan produk jualan kita. Yap, tentunya dengan syarat poin-poin yang kami sebutkan di atas.


Agar bisnis thai tea Anda bisa menghasilkan dan sukses. Anda dapat mengaplikasikan tips di atas sehingga bisnis Thai Tea Anda ramai pembeli dan untung besar.

Semoga bermanfaat dan salam struggle!

Franchise, Usaha Kekinian dengan Potensi Keuntungan Besar

Apa itu Franchise dan Bagaimana Memulainya – Hai sobat Solars. Bisnis franchise adalah suatu metode usaha atau bisnis yang dilakukan dengan cara menjual atau mendistribusikan suatu barang/jasa, dimana brand suatu barang/jasa tersebut sudah ada sebelumnya.

Apa itu Franchise & Franchise Populer di Indonesia | Via : Pexels.com
Apa itu Franchise & Franchise Populer di Indonesia | Via : Pexels.com

Biasanya, bisnis franchise atau dalam bahasa indonesia disebut waralaba ini memanfaatkan suatu brand untuk mempermudah pemasaran, karena brand tersebut sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam keseharian, kita sering menemui usaha franchise dan mungkin kita juga bagian dari pelanggannya. Franchise yang berseliweran di Indonesia diantaranya adalah Pizza Hut, KFC, dan beberapa brand terkenal lainnya. Sebagian besar brand yang kita temui berasal dari negara lain, namun sebetulnya tidak sedikit brand lokal yang juga memiliki banyak franchise.

Sebut saja Hoka Hoka Bento yang seringkali diduga berasal dari Jepang, atau minuman kekinian Xi Bo Ba yang ternyata bukan dari Taiwan melainkan brand asli Indonesia.

Apa Itu Franchise dan Istilah yang Berkaitan dengan Franchise

Apa itu Bisnis Franchise
Apa itu Bisnis Franchise

Franchise, atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah waralaba, adalah tipe bisnis yang dijalankan oleh individu/perseorangan dimana individu/perseorangan tersebut mendapatkan hak untuk memanfaatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) suatu usaha seperti penggunaan merek dagang/jasa, hak cipta untuk penggunaan logo, desain suatu kemasan, hingga resep ataupun rahasia dagang lainnya.

Penggunaan dan pemanfaatan tersebut biasanya diberikan oleh pemberi waralaba atau dikenal dengan sebutan franchisor kepada mitra atau penerima waralaba yang biasa disebut franchisee.

Dalam sistem bisnis franchise, terdapat istilah franchise fee dimana istilah ini merujuk pada biaya yang harus dikeluarkan oleh franchisee untuk memulai bisnis.

Biasanya, franchise fee dikeluarkan untuk ‘membeli’ biaya lisensi penggunaan merek atau brand serta penggunaan pedoman atau standar operasional yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu, sesuai kontrak yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Selain franchise fee, kewajiban lain yang dibebankan kepada franchisee atau penerima waralaba adalah Royalti Fee.

Royalty Fee merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh franchisee kepada franchisor setelah waralaba mulai berjalan atau beroperasi. Besaran Royalty fee tersebut biasanya sudah ditetapkan oleh pemberi waralaba.

Namun, pada praktiknya Anda juga akan bisa menemui franchie atau waralaba dengan sistem jual lepas. Artinya, Anda dibebaskan dari perjanjian-perjanjian yang bagi sebagian orang terkesan agak ‘ribet‘ itu.

Meskipun terkesan ribet, namun bisnis franchise cukup menjanjikan di Indonesia. Semakin mudahnya makanan dan minuman kekinian ditemui dimanapun merupakan indikator bahwa bisnis franchise ini cukup menjanjikan.

Baca juga : 

Daftar Franchise Populer yang Banyak Ditemui di Indonesia

Berikut ini diantara waralaba-waralaba paling populer yang kami yakin Anda sering temui di sekitar tempat tinggal.

  1. Brand Franchise Asing yang Mempelopori Franchise di Indonesia

Sistem waralaba atau franchise mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1950-an, yakni saat munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.

Akan tetapi, franchise di Indonesia baru mengalami perkembangan sejak franchise asing seperti KFC, McDonalds, Burger King, dan Wendy’s masuk ke Indonesia pada tahun 1980-1990an.

Perkembangan pesat franchise di Indonesia terjadi pada tahun 1995, namun pada tahun 1998 di sini franchise mengalami penurunan akibat terjadinya krisis moneter.

  1. Franchise Lokal Pertama di Indonesia

Sejak dikenalnya sistem franchise di Indonesia, beberapa jenis usaha lokal pun mulai menggunakan sistem tersebut. Sebut saja Es Teler 77 yang merupakan merek waralaba lokal pertama di Indonesia. Es Teler 77 adalah bisnis keluarga yang mulai diwaralabakan pada tahun 1987 dan bergerak di bidang usaha makanan Indonesia siap saji dengan menu khasnya es teler.

Hingga saat ini, Es Teler 77 memiliki hingga 180 gerai yang tersebar di Indonesia dan beberapa gerai di negara lain.

  1. Brand Franchise Lokal yang Sering Dikira Brand Luar Negeri

Tidak hanya Hoka Hoka Bento yang sering diduga berasal dari Jepang, atau minuma kekinian Xi Bo Ba yang diduga dari Taiwan, beberapa brand waralaba lokal ini juga sering diduga berasal dari luar negeri seperti CFC, J.CO, Sour Sally, Holland Bakery, dan beberapa brand lokal lainnya.

CFC (California Fried Chicken) adalah restoran waralaba ayam goreng yang sudah berdiri sejak tahun 1983. Meskipun menggunakan nama California, ternyata CFC merupakan brand asli Indonesia yang saat ini sudah memiliki 250 gerai tersebar di seluruh Indonesia.

J.CO dan Sour Sally termasuk brand waralaba lokal yang tergolong baru di Indonesia. J.CO didirikan pada tahun 2006 oleh Johnny Andrean yang merupakan pebisnis di dunia salon, sedangkan Sour Sally didirikan pada tahun 2008.

Bisnis franchise lokal lainnya yang sering diduga berasal dari luar negeri adalah Holland Bakery. Mungkin banyak yang menebak Holland Bakery berasal dari negeri kincir angin, namun ternyata toko roti ini asli Indonesia. Holland Bakery sudah cukup lama berdiri di Indonesia, yakni sejak tahun 1978 silam. Hingga kini, Holland Bakery sudah memiliki 400 gerai yang tersebar di Indonesia.

  1. Franchise Lokal yang Mendunia

Tidak hanya bisnis franchise asing yang masuk ke Indonesia, franchise lokal asli Indonesia pun sudah ada yang mendunia. Beberapa brand franchise Indonesia yang sudah mendunia diantaranya adalah Es Teler 77, Pecel Lele Lela, dan Bumbu Desa.

Es Teler 77 mulai memasuki pasar Internasional pada tahun 1998. Gerai pertama Es Teler 77 di luar negeri berada di Singapura, dan mulai merambah ke negara lain seperti Melbourne, Australia pada tahun 2000an. Es Teler 77 menyajikan makanan dan minuman Indonesia dengan menu khasnya es teler. Saat ini gerai Es Teler 77 dapat ditemukan di Singapura, Malaysia, dan Melbourne.

Tidak berbeda jauh dengan Es Teler 77, Pecel Lela dan Bumbu Desa juga menyajikan makanan dan minuman Indonesia, namun Pecel Lele Lela berfokus pada menu lele yang disajikan dengan berbagai macam bumbu.

Terdapat 42 gerai Pecel Lele Lela di Indonesia, serta 1 gerai di Malaysia. Sementara itu, rumah makan Bumbu Desa memiliki cabang di Indonesia sebanyak 10 outlet, dan beberapa outlet di luar negeri seperti Singapura dan Kuala Lumpur.

  1. Franchise Kekinian dengan Omzet Hingga Jutaan per Hari

Semenjak maraknya penggunaan sosial media, banyak orang, terutama remaja, yang menggandrungi makanan atau minuman kekinian untuk kebutuhan konten sosial media. Hal tersebut ternyata sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis franchise di Indonesia.

Hingga saat ini, bisnis franchise sangat mudah ditemui dimana pun. Beberapa bisnis franchise yang digadang-gadang menjanjikan dengan omzet per hari yang cukup besar diantaranya adalah franchise kopi seperti Kopi Janji Jiwa, Chatime, Kopi Kenangan, dan sebagainya.

Ini, Snack Kekinian Kopi Janji Jiwa
Franchise Kopi Janji Jiwa | Liputankota.com

Sebagian besar franchise yang digandrungi oleh kebanyakan anak muda zaman sekarang adalah franchise minuman kekinian, terutama yang menyajikan kopi dan minuman boba.

Meskipun baru didirikan pada tahun 2019 lalu, kopi Janji Jiwa mampu menjadi salah satu franchise yang cukup banyak diminati. Selain harganya yang cukup terjangkau, rasa dari minuman yang disajikan juga cukup enak dan sesuai dengan lidah Indonesia.

Dalam sehari, satu gerai Kopi Janji Jiwa dapat menjual sebanyak 200 cup es kopi susu dengan omzet per hari mencapai 3,6 juta rupiah per harinya.

Masih seputar kopi, Kopi Kenangan yang berdiri sekitar tahun 2017 ini mampu meraup omzet hingga 30 milyar rupiah per bulan dari 90 gerai atau setara dengan 11 juta rupiah per gerai/hari-nya pada tahun 2019 lalu. Konsep yang diusung oleh Kopi Kenangan adalah kopi yang berkualitas dengan harga yang affordable.

Berbeda dengan Kopi Janji Jiwa dan Kopi Kenangan, Chatime menyuguhkan minuman kekinian dengan menu utama bubble drink atau lebih dikenal dengan boba. Chatime masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 2011.

Hingga tahun 2019 lalu, jumlah gerai Chatime di Indonesia mencapai 275 dan tersebar di 39 kota di Indonesia. Tidak ada jumlah pasti mengenai omzet per hari dari merek ini, namun franchise Chatime dinilai cukup menjanjikan karena popularitasnya.

Mau Memulai Bisnis Franchise? Ketahui Hal-hal Berikut!

Banyak keuntungan yang didapatkan dengan menjalankan bisnis franchise atau waralaba, diantaranya adalah sistem manajemen bisnis yang sudah jelas dan terbangun, pemasaran yang lebih mudah karena brand yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya, serta peluang sukses yang cenderung lebih tinggi.

Meskipun begitu, sebelum memutuskan untuk memulai bisnis franchise, ketahuilah beberapa hal berikut.

#1. Jenis Franchise yang Akan Dipilih

Hal utama yang perlu dilakukan sebelum memulai bisnis franchise adalah mengetahui jenis franchise yang akan dipilih. Di Indonesia terdapat beberapa jenis bisnis waralaba yang populer, yakni franchise produk, franchise jasa, serta franchise gabungan barang & jasa.

Franchise produk berfokus pada penjualan atau pendistribusian suatu produk, seperti pakaian, minuman, aksesoris, kosmetik, dan lain sebagainya.

Sedangkan franchise jasa berfokus pada penjualan jasa seperti Rentokil Initial yang bergerak di bidang jasa Pest Control atau pengendalian hama pemukiman.

Adapun franchise gabungan, franchise ini memadukan penjualan barang dan jasa, misalnya salon Johnny Andrean yang merupakan bidang jasa, serta produk shampoo dan perawatan rambut lainnya dengan merek yang sama.

Selain kategori barang dan jasa, jenis bisnis franchise juga terbagi lagi menjadi franchise mancanegara, serta waralaba dalam negeri. Umumnya, waralaba mancanegara lebih diminati pebisnis karena sistem dan manajemennya yang lebih jelas dibandingkan franchise dalam negeri.

#2. Modal Awal waralaba

Setelah mengetahui jenis-jenis franchise, maka tahapan selanjutnya adalah menentukan franchise yang akan dipilih sesuai dengan jumlah modal yang dimiliki. Biasanya, dalam bisnis franchise banyak aspek biaya awal yang perlu dikeluarkan.

Besaran biaya ini tergantung pada jenis usaha franchise yang dipilih.

Misalnya Apotek K-24 yang meminta biaya awal kurang lebih 970 juta rupiah. Biaya tersebut mencakup franchise fee, sewa bangunan 1 tahun, stok obat, papan nama gerai, dan sebagainya.

Fasilitas yang didapat serta besaran biaya awal merupakan kebijakan dari masing-masing franchisor. Jadi, ketahui dulu hal ini sebelum memulai, ya!

#3. Break Event Point (BEP) Usaha Waralaba

Jangan terkejut, biasanya setelah memulai suatu usaha waralaba, modal yang dikeluarkan tidak akan langsung kembali dalam hitungan bulan. Lamanya balik modal atau BEP dapat ditentukan dari jenis usaha yang dipilih.

Selain itu, BEP juga dapat ditentukan dari pemilihan lokasi usaha. Lokasi usaha yang strategis biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk balik modal. Untuk mengetahui gambaran kasarnya, BEP juga dapat diketahui langsung melalui franchisor.

Baca juga :


Setelah mengetahui beberapa hal seputar bisnis franchise serta hal-hal penting lainnya dalam bisnis franchise, ada baiknya jika Anda menyiapkan mental terlebih dahulu sebelum memulai bisnis ini.

Karena meskipun terlihat menguntungkan dan menggiurkan, banyak hal yang dapat menguras emosi ketika sudah memulai bisnis.

Semoga bermanfaat!