Franchise, Usaha Kekinian dengan Potensi Keuntungan Besar

Apa itu Franchise dan Bagaimana Memulainya – Hai sobat Solars. Bisnis franchise adalah suatu metode usaha atau bisnis yang dilakukan dengan cara menjual atau mendistribusikan suatu barang/jasa, dimana brand suatu barang/jasa tersebut sudah ada sebelumnya.

Apa itu Franchise & Franchise Populer di Indonesia | Via : Pexels.com
Apa itu Franchise & Franchise Populer di Indonesia | Via : Pexels.com

Biasanya, bisnis franchise atau dalam bahasa indonesia disebut waralaba ini memanfaatkan suatu brand untuk mempermudah pemasaran, karena brand tersebut sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam keseharian, kita sering menemui usaha franchise dan mungkin kita juga bagian dari pelanggannya. Franchise yang berseliweran di Indonesia diantaranya adalah Pizza Hut, KFC, dan beberapa brand terkenal lainnya. Sebagian besar brand yang kita temui berasal dari negara lain, namun sebetulnya tidak sedikit brand lokal yang juga memiliki banyak franchise.

Sebut saja Hoka Hoka Bento yang seringkali diduga berasal dari Jepang, atau minuman kekinian Xi Bo Ba yang ternyata bukan dari Taiwan melainkan brand asli Indonesia.

Apa Itu Franchise dan Istilah yang Berkaitan dengan Franchise

Apa itu Bisnis Franchise
Apa itu Bisnis Franchise

Franchise, atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah waralaba, adalah tipe bisnis yang dijalankan oleh individu/perseorangan dimana individu/perseorangan tersebut mendapatkan hak untuk memanfaatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) suatu usaha seperti penggunaan merek dagang/jasa, hak cipta untuk penggunaan logo, desain suatu kemasan, hingga resep ataupun rahasia dagang lainnya.

Penggunaan dan pemanfaatan tersebut biasanya diberikan oleh pemberi waralaba atau dikenal dengan sebutan franchisor kepada mitra atau penerima waralaba yang biasa disebut franchisee.

Dalam sistem bisnis franchise, terdapat istilah franchise fee dimana istilah ini merujuk pada biaya yang harus dikeluarkan oleh franchisee untuk memulai bisnis.

Biasanya, franchise fee dikeluarkan untuk ‘membeli’ biaya lisensi penggunaan merek atau brand serta penggunaan pedoman atau standar operasional yang dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu, sesuai kontrak yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Selain franchise fee, kewajiban lain yang dibebankan kepada franchisee atau penerima waralaba adalah Royalti Fee.

Royalty Fee merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh franchisee kepada franchisor setelah waralaba mulai berjalan atau beroperasi. Besaran Royalty fee tersebut biasanya sudah ditetapkan oleh pemberi waralaba.

Namun, pada praktiknya Anda juga akan bisa menemui franchie atau waralaba dengan sistem jual lepas. Artinya, Anda dibebaskan dari perjanjian-perjanjian yang bagi sebagian orang terkesan agak ‘ribet‘ itu.

Meskipun terkesan ribet, namun bisnis franchise cukup menjanjikan di Indonesia. Semakin mudahnya makanan dan minuman kekinian ditemui dimanapun merupakan indikator bahwa bisnis franchise ini cukup menjanjikan.

Baca juga : 

TRENDING:  Cara Mencegah Kehilangan Data Permanen

Daftar Franchise Populer yang Banyak Ditemui di Indonesia

Berikut ini diantara waralaba-waralaba paling populer yang kami yakin Anda sering temui di sekitar tempat tinggal.

  1. Brand Franchise Asing yang Mempelopori Franchise di Indonesia

Sistem waralaba atau franchise mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1950-an, yakni saat munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.

Akan tetapi, franchise di Indonesia baru mengalami perkembangan sejak franchise asing seperti KFC, McDonalds, Burger King, dan Wendy’s masuk ke Indonesia pada tahun 1980-1990an.

Perkembangan pesat franchise di Indonesia terjadi pada tahun 1995, namun pada tahun 1998 di sini franchise mengalami penurunan akibat terjadinya krisis moneter.

  1. Franchise Lokal Pertama di Indonesia

Sejak dikenalnya sistem franchise di Indonesia, beberapa jenis usaha lokal pun mulai menggunakan sistem tersebut. Sebut saja Es Teler 77 yang merupakan merek waralaba lokal pertama di Indonesia. Es Teler 77 adalah bisnis keluarga yang mulai diwaralabakan pada tahun 1987 dan bergerak di bidang usaha makanan Indonesia siap saji dengan menu khasnya es teler.

Hingga saat ini, Es Teler 77 memiliki hingga 180 gerai yang tersebar di Indonesia dan beberapa gerai di negara lain.

  1. Brand Franchise Lokal yang Sering Dikira Brand Luar Negeri

Tidak hanya Hoka Hoka Bento yang sering diduga berasal dari Jepang, atau minuma kekinian Xi Bo Ba yang diduga dari Taiwan, beberapa brand waralaba lokal ini juga sering diduga berasal dari luar negeri seperti CFC, J.CO, Sour Sally, Holland Bakery, dan beberapa brand lokal lainnya.

CFC (California Fried Chicken) adalah restoran waralaba ayam goreng yang sudah berdiri sejak tahun 1983. Meskipun menggunakan nama California, ternyata CFC merupakan brand asli Indonesia yang saat ini sudah memiliki 250 gerai tersebar di seluruh Indonesia.

J.CO dan Sour Sally termasuk brand waralaba lokal yang tergolong baru di Indonesia. J.CO didirikan pada tahun 2006 oleh Johnny Andrean yang merupakan pebisnis di dunia salon, sedangkan Sour Sally didirikan pada tahun 2008.

Bisnis franchise lokal lainnya yang sering diduga berasal dari luar negeri adalah Holland Bakery. Mungkin banyak yang menebak Holland Bakery berasal dari negeri kincir angin, namun ternyata toko roti ini asli Indonesia. Holland Bakery sudah cukup lama berdiri di Indonesia, yakni sejak tahun 1978 silam. Hingga kini, Holland Bakery sudah memiliki 400 gerai yang tersebar di Indonesia.

  1. Franchise Lokal yang Mendunia

Tidak hanya bisnis franchise asing yang masuk ke Indonesia, franchise lokal asli Indonesia pun sudah ada yang mendunia. Beberapa brand franchise Indonesia yang sudah mendunia diantaranya adalah Es Teler 77, Pecel Lele Lela, dan Bumbu Desa.

TRENDING:  3 Pertanyaan Wawancara Pekerjaan Paling Umum yang Wajib Anda Siapkan

Es Teler 77 mulai memasuki pasar Internasional pada tahun 1998. Gerai pertama Es Teler 77 di luar negeri berada di Singapura, dan mulai merambah ke negara lain seperti Melbourne, Australia pada tahun 2000an. Es Teler 77 menyajikan makanan dan minuman Indonesia dengan menu khasnya es teler. Saat ini gerai Es Teler 77 dapat ditemukan di Singapura, Malaysia, dan Melbourne.

Tidak berbeda jauh dengan Es Teler 77, Pecel Lela dan Bumbu Desa juga menyajikan makanan dan minuman Indonesia, namun Pecel Lele Lela berfokus pada menu lele yang disajikan dengan berbagai macam bumbu.

Terdapat 42 gerai Pecel Lele Lela di Indonesia, serta 1 gerai di Malaysia. Sementara itu, rumah makan Bumbu Desa memiliki cabang di Indonesia sebanyak 10 outlet, dan beberapa outlet di luar negeri seperti Singapura dan Kuala Lumpur.

  1. Franchise Kekinian dengan Omzet Hingga Jutaan per Hari

Semenjak maraknya penggunaan sosial media, banyak orang, terutama remaja, yang menggandrungi makanan atau minuman kekinian untuk kebutuhan konten sosial media. Hal tersebut ternyata sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis franchise di Indonesia.

Hingga saat ini, bisnis franchise sangat mudah ditemui dimana pun. Beberapa bisnis franchise yang digadang-gadang menjanjikan dengan omzet per hari yang cukup besar diantaranya adalah franchise kopi seperti Kopi Janji Jiwa, Chatime, Kopi Kenangan, dan sebagainya.

Ini, Snack Kekinian Kopi Janji Jiwa
Franchise Kopi Janji Jiwa | Liputankota.com

Sebagian besar franchise yang digandrungi oleh kebanyakan anak muda zaman sekarang adalah franchise minuman kekinian, terutama yang menyajikan kopi dan minuman boba.

Meskipun baru didirikan pada tahun 2019 lalu, kopi Janji Jiwa mampu menjadi salah satu franchise yang cukup banyak diminati. Selain harganya yang cukup terjangkau, rasa dari minuman yang disajikan juga cukup enak dan sesuai dengan lidah Indonesia.

Dalam sehari, satu gerai Kopi Janji Jiwa dapat menjual sebanyak 200 cup es kopi susu dengan omzet per hari mencapai 3,6 juta rupiah per harinya.

Masih seputar kopi, Kopi Kenangan yang berdiri sekitar tahun 2017 ini mampu meraup omzet hingga 30 milyar rupiah per bulan dari 90 gerai atau setara dengan 11 juta rupiah per gerai/hari-nya pada tahun 2019 lalu. Konsep yang diusung oleh Kopi Kenangan adalah kopi yang berkualitas dengan harga yang affordable.

Berbeda dengan Kopi Janji Jiwa dan Kopi Kenangan, Chatime menyuguhkan minuman kekinian dengan menu utama bubble drink atau lebih dikenal dengan boba. Chatime masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 2011.

Hingga tahun 2019 lalu, jumlah gerai Chatime di Indonesia mencapai 275 dan tersebar di 39 kota di Indonesia. Tidak ada jumlah pasti mengenai omzet per hari dari merek ini, namun franchise Chatime dinilai cukup menjanjikan karena popularitasnya.

Mau Memulai Bisnis Franchise? Ketahui Hal-hal Berikut!

Banyak keuntungan yang didapatkan dengan menjalankan bisnis franchise atau waralaba, diantaranya adalah sistem manajemen bisnis yang sudah jelas dan terbangun, pemasaran yang lebih mudah karena brand yang sudah dikenal masyarakat sebelumnya, serta peluang sukses yang cenderung lebih tinggi.

TRENDING:  Apa itu Affiliate Marketing; Cara Memulai dan Tips Suksesnya

Meskipun begitu, sebelum memutuskan untuk memulai bisnis franchise, ketahuilah beberapa hal berikut.

#1. Jenis Franchise yang Akan Dipilih

Hal utama yang perlu dilakukan sebelum memulai bisnis franchise adalah mengetahui jenis franchise yang akan dipilih. Di Indonesia terdapat beberapa jenis bisnis waralaba yang populer, yakni franchise produk, franchise jasa, serta franchise gabungan barang & jasa.

Franchise produk berfokus pada penjualan atau pendistribusian suatu produk, seperti pakaian, minuman, aksesoris, kosmetik, dan lain sebagainya.

Sedangkan franchise jasa berfokus pada penjualan jasa seperti Rentokil Initial yang bergerak di bidang jasa Pest Control atau pengendalian hama pemukiman.

Adapun franchise gabungan, franchise ini memadukan penjualan barang dan jasa, misalnya salon Johnny Andrean yang merupakan bidang jasa, serta produk shampoo dan perawatan rambut lainnya dengan merek yang sama.

Selain kategori barang dan jasa, jenis bisnis franchise juga terbagi lagi menjadi franchise mancanegara, serta waralaba dalam negeri. Umumnya, waralaba mancanegara lebih diminati pebisnis karena sistem dan manajemennya yang lebih jelas dibandingkan franchise dalam negeri.

#2. Modal Awal waralaba

Setelah mengetahui jenis-jenis franchise, maka tahapan selanjutnya adalah menentukan franchise yang akan dipilih sesuai dengan jumlah modal yang dimiliki. Biasanya, dalam bisnis franchise banyak aspek biaya awal yang perlu dikeluarkan.

Besaran biaya ini tergantung pada jenis usaha franchise yang dipilih.

Misalnya Apotek K-24 yang meminta biaya awal kurang lebih 970 juta rupiah. Biaya tersebut mencakup franchise fee, sewa bangunan 1 tahun, stok obat, papan nama gerai, dan sebagainya.

Fasilitas yang didapat serta besaran biaya awal merupakan kebijakan dari masing-masing franchisor. Jadi, ketahui dulu hal ini sebelum memulai, ya!

#3. Break Event Point (BEP) Usaha Waralaba

Jangan terkejut, biasanya setelah memulai suatu usaha waralaba, modal yang dikeluarkan tidak akan langsung kembali dalam hitungan bulan. Lamanya balik modal atau BEP dapat ditentukan dari jenis usaha yang dipilih.

Selain itu, BEP juga dapat ditentukan dari pemilihan lokasi usaha. Lokasi usaha yang strategis biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk balik modal. Untuk mengetahui gambaran kasarnya, BEP juga dapat diketahui langsung melalui franchisor.

Baca juga :


Setelah mengetahui beberapa hal seputar bisnis franchise serta hal-hal penting lainnya dalam bisnis franchise, ada baiknya jika Anda menyiapkan mental terlebih dahulu sebelum memulai bisnis ini.

Karena meskipun terlihat menguntungkan dan menggiurkan, banyak hal yang dapat menguras emosi ketika sudah memulai bisnis.

Semoga bermanfaat!

Leave a Comment